Sijunjung (SUMBAR).GP- Pentingnya menghargai waktu sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an, demikian tausyiah Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kecamatan Kamang Baru, Emriadi, dalam kegiatan kultum dan tadarus Al-Quran Bersama yang berlangsung di Balai Nikah KUA Kamang Baru pada Jumat (27/02/2026).
Kegiatan tersebut dipandu Oktarina dan dihadiri oleh seluruh penyuluh agama, serta staf KUA Kecamatan Kamang Baru dalam suasana yang berlangsung khidmat dan penuh perhatian.
Emriadi mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-‘Asr:
وَالْعَصْرِ
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.”
Ia menjelaskan bahwa dalam banyak ayat Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan pentingnya waktu, seperti dalam Surah Adh-Dhuha dan Al-Lail. Hal ini menunjukkan bahwa waktu memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
Emriadi mencontohkan bahwa dalam ibadah pun waktu sangat diperhatikan. Shalat memiliki waktu tertentu dan tidak sah apabila dilaksanakan di luar waktunya.
Demikian juga ibadah Puasa. dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan, yaitu bulan Ramadhan. Begitupun pula zakat yang memiliki ketentuan waktu dalam penunaiannya.
Ia menegaskan bahwa kehidupan manusia tidak akan berjalan tanpa waktu. Oleh sebab itu, umat Islam harus benar-benar menghargai dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya sebagaimana pesan dalam QS. Al-‘Asr.
Dalam tausiyahnya, Emriadi menegaskan beberapa kiat agar waktu dapat dimanfaatkan secara optimal yaitu ;
Pertama konsisten dalam mempergunakan waktu, seperti menjaga shalat lima waktu tepat pada waktunya.
Kedua menghindari menunda-nunda pekerjaan. Ia mengutip pesan dalam hadis Nabi SAW "bahwa seandainya di tangan seseorang terdapat benih tanaman dan esok hari terjadi kiamat, maka tetaplah menanamnya".
Hal ini mengajarkan agar kita tidak menunda kebaikan.
Ketiga, memprioritaskan pekerjaan yang lebih penting sebelum melakukan kegiatan lainnya.
Keempat, mengevaluasi pekerjaan dan prioritas yang telah dilaksanakan agar terlihat sejauh mana waktu telah dimanfaatkan dengan baik.
Usai kegiatan tausyiah dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama yang diikuti oleh seluruh pegawai sebagai bentuk penguatan spiritual dan kebersamaan.
Semoga melalui disiplin dalam menghargai waktu dan mampu mengoptimalkan setiap kesempatan dalam menjalankan tugas serta pelayanan kepada masyarakat.
#GP | Herman | Nurul.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar