Padang Panjang(SUMBAR).GP- Komisi II DPRD Kunjungi Dinas Pariwisata Kota Padang Panjang dalam rangka rapat kerja terkait rencana kerja tahun 2026 serat peninjauan Sarana Prasarana Sport Center bertempat di ruang Rapat Dinas Pariwisata, Selasa, (13/01/25).
Rombongan Komisi II terdiri dari Ketua Yandra Yane, SE, Wakil Ketua Kiki Anugerah Dia, SE, Seksetaris Ridwansyah, SE beserta Anggota Drs. Aditiawarman, Herman didampingi oleh koordinator komisi Mardiansyah, S.Kom yang disambut oleh Kepala Asisten 2 setdako Indra Gusnady, Kepala Dinas Pariwisata Busmar Chandra beserta jajaran, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian drh. Varia Warvis beserta jajaran.
Pada kesempatan ini, Kepala Pariwisata Busmar memaparkan realisasi kegiatan tahun 2025 sebanyak 84.33%. Ia menjelaskan bahwaada beberapa kegiatan yang tidak terlaksanan diantaranya kegiatan peringatan hari jadi kota yang mana daerah kita dilanda bencana alam serta revitalisasi PDIKM.
Sedangkan Jumlah pendapatan pada tahun 2025 lebih kurang Rp 1.1 M yang terdiri dari retribusi PDIKM (sewa tempat, sewa pakaian adat), retribusi dari sarana olahraga lapangan futsal, retribusi dari pemaiakan sarana sport center, retribusi dari bancah laweh. Selanjutnya, untuk tahun 2026 kita sudah menyusun rencana Kerja yang terdiri dari 8 program, 16 kegiatan dan 35 sub kegiatan.
Menanggapi paparan tersebut, Drs. Aditiawarman menekankan agar pemeliharaan sarana prasarana PDIKM dilakukan secara berkala, mengingat pendapatan terbesar berasal dari PDIKM itu sendiri.
Sementara itu, Kiki Anugerah Dia, SE menegaskan Dinas Porapar agar dapat mengembangkan produk ekonomi kreatif serta pengembangan pariwisata yang akan menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Padang Panjang.
Selain itu, Herman mempertanyakan anggaran perbaikan lubuk mata kucing yang mana sudah dua tahun terbengkalai akibat bencana alam.
Disisi lain, Ridwansyah, SE menyarankan agar Dinas Porapar untuk menjadikan padang panjang sebagai kota wisata sejarah dan menjadikan rumah Sutan Syahrir seperti musium Bung Hatta
Sementara, Yandra Yane, SE meminta agar event pacu kuda tetap dianggarkan setiap tahunnya. Ia menilai bahwa event ini bukan hanya meningkatkan PAD saja, namun juga dapat menumbuhkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Selanjutnya, Rombongan Komisi II melanjutkan kunjungan ke Dinas Pangan dan Pertanian Kota Padang Panjang.
Pada kesempatan ini Komisi II meminta kepada dinas pertanian untuk meningkatkan pendapatan dengan pemanfaatan kolam yang ada di BBI. Komisi II juga meminta agar mengkaji ulang pertanian organic dimana biaya yang dibutuhkan lebih besar dari pertanian biasa serta pemasaran yang susah ditengah masyarakat.
Selain itu, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dikota padang panjang, Komisi II mengingatkan Dinas Pertanian untuk menghitung ketersediaan cadangan pangan yang ada sehingga tidak menimbulkan gejolak dikemudian hari.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar