Jadilah Pribadi yang Mengejar Rezeki: Bukan Hanya Mencari, Tapi Mengundang - Go Parlement | Portal Berita
Logo%20GP
demo-image

Jadilah Pribadi yang Mengejar Rezeki: Bukan Hanya Mencari, Tapi Mengundang

Selasa, Mei 06, 2025
IMG-20250506-WA0006


Sijunjung (SUMBAR).GP-  Setiap pagi, kita bangun dengan harapan yang tidak pernah berubah: semoga hari ini ada rezeki. Harapan itu bukan hanya milik para pencari nafkah, tetapi juga milik para pelajar yang menanti ilmu, para ibu rumah tangga yang menanti ketenangan, hingga para orang tua yang menginginkan anak-anaknya tumbuh sehat dan bahagia. Namun pernahkah kita bertanya lebih dalam. Bagaimana mungkin rezeki tidak hanya datang menghampiri, tetapi juga mengejar kita?


Kekayaan, dalam pandangan luas, bukan sekadar angka di rekening. Ia dapat hadir dalam bentuk yang lembut dan tak kasat mata: kesehatan yang tak ternilai harganya, keluarga yang penuh kasih sayang, sahabat yang setia, ketenangan batin yang tak dapat dibeli, bahkan kesempatan-kesempatan kecil untuk berbuat baik yang tidak semua orang mendapatkannya. Bahkan, kadang kala rezeki itu datang dalam bentuk musibah yang membangunkan, lalu mengubah hidup kita menjadi lebih baik.


Dan yang perlu kita pahami: rezeki tidak selalu datang langsung dari kerja keras. Ada dimensi lain yang seringkali luput dari perhitungan duniawi: keberkahan . Bukan seberapa banyak yang diperoleh, tetapi seberapa banyak manfaat dan kedamaian yang menyertainya.


Allah SWT berfirman dalam Al Quran, "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka" (QS. At-Talaq: 2-3). Ini bukan janji biasa, ini janji Sang Pemilik Segalanya, bahwa takwa adalah kunci rezeki yang melampaui logika.


Tetapi mari kita jujur: apakah kita telah hidup dalam kesalehan sejati? Ketakwaan bukan hanya soal shalat lima waktu atau puasa Ramadhan. Meliputi kejujuran dalam berdagang, keikhlasan dalam menolong tanpa pamrih, kesabaran ketika dihina, dan kesediaan untuk tidak membalas kejahatan dengan dendam. Taqwa merupakan keseluruhan jalan hidup.


Kemakmuran akan mengejar mereka yang hatinya yakin bahwa Allah tidak pernah mengabaikan hamba-Nya. Mereka yang percaya bahwa setiap hal baik akan kembali, meskipun tidak secara langsung hari ini. Mereka yang memahami bahwa memberi bukan berarti kehilangan, melainkan membuka keran kelimpahan yang sebelumnya tertutup.


Maka, ubahlah cara pandang kita terhadap hidup: jangan lagi bertanya "apa yang bisa aku dapatkan hari ini?", tetapi "apa yang bisa aku berikan hari ini?". Ajaibnya, banyak orang justru diberi rezeki yang melimpah karena mereka menjadi perantara rezeki bagi yang lain—menolong tanpa menghitung, memberi tanpa merasa kehilangan, dan hadir ketika sesama sangat membutuhkan.


Jadilah orang yang periang dan santai. Mudah untuk bersyukur bahkan jika apa yang Anda dapatkan tidak seperti yang diharapkan. Orang yang tidak mudah mengeluh meski beban hidup terasa berat. Karena rejeki lebih suka menghampiri hati yang lapang dari pada hati yang sempit karena dengki dan iri hati. Lebih mudah memasuki tangan yang terbuka dan siap berbagi, daripada tangan yang memegang erat-erat, karena takut kehilangan.


Namun, di atas segalanya, ada satu hal terpenting yang mesti kita ingat: janganlah kita terlalu sibuk mengejar dunia hingga lupa bahwa dunia hanyalah makhluk—dan Sang Pencipta adalah Pemilik rezeki. Kejar Tuhan. Dekati Dia dengan cinta, doa, dan ketulusan. Maka dunia dengan izin-Nya akan mengejarmu tanpa kau harus memaksakan diri untuk datang.


#GP | Red | Dirgantaraonline


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI selamat+datang SEMOGA ANDA PUAS