Kabag Penyelenggara BPPSDMP Kementerian Pertanian RI, I Wayan Ediana : Semua personil harus kreatif bekerja dalam masa pandemi covid-19.




Sijunjung(SUMBAR).GP - Kepala bagian (Kabag) Penyelenggaraan pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, I Wayan Ediana menegaskan, semua kita harus kreatif bekerja dimasa pandemi covid-19.

Penegasan itu disampaikan, I Wayan Ediana dalam pengarahannya, saat melakukan kunjungan ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) teladan pertama tingkat Sumatera Barat tahun 2020 di  Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, Kamis (13/8).


loading...
Dikatakan Ediana, selama masa pandemi ini BPP dituntut bekerja secara virtual, transfer teknologi tak lagi terbatas pada tatap muka. Penyampaian materi penyuluhan betul-betul sudah maju.

Menurut Ediana,  diantara program Kementan saat ini MENTAN SAPA PETANI setiap hari Jum'at, NGOBRAS setiap Selasa dua minggu sekali, BERTANI ON CLOUD dan Millenial Agricultural Forum ( MAF).

"Guna mengikuti berbagai forum ini,  maka dibutuhkan teknologi informasi dan sumberdaya manusia penyuluh yang mumpuni," tegas Ediana 

Disebutkan Ediana, dengan inovasi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sekarang, maka keberadaan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) adalah kesempatan bagi kita untuk eksis.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung Ir. Ronaldi dalam pengantarnya mengatakan,  bahwa 80% penduduk Kabupaten Sijunjung menggantungkan harapannya di sektor pertanian, baik itu sub sektor tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, maupun peternakan.

Sebanyak 8 (delapan) BPP di Kabupaten Sijunjung telah mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah daerah baik itu sarana prasarana maupun SDM penyuluhnya. 


Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Unit Pelaksana Tehnis Dinas Balai Pelatihan dan Penyuluhan (UPTD-BPPP) Dinas Tanaman Pangan Hortikultural dan Perkebunan (TPHP)  Propinsi Sumbar Ir. Ollyandes, S.Pt dan seluruh Koordinator BPP, tenaga admin Kostratani dan Staff  "Integrated Participatory Development Management Integrated Program" ( IPDMIP) dalam sambutannya  mengulas  kiat-kiat mensukseskan IPDMIP.

Dijelaskannya, Kostratani berada di kecamatan yang sekretariatnya berada di BPP yang dipimpin oleh Camat, sementara Kostrada berada di kabupaten dipimpin oleh Bupati dan Kostrawil berada di propinsi dipimpin oleh Gubernur.

Kostratani berperan sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring kemitraan.   

Dikatakan Ediana, BPP mana yang tidak bekerja akan diketahui oleh Menteri Pertanian karena adanya Agriculture War Room (AWR) Melalui aplikasi pelaporan terbaru maka data mingguan yang dikirim oleh BPP bisa dipantau langsung oleh Mentan RI. 

Data yang dikirim meliputi luas tanam, luas panen, produktivitas serta data penting lainnya terkait keberadaan komoditas bahan pokok rakyat. 
BPP adalah rumah petani, data yang harus disajikan adalah data untuk petani terlebih dahulu kemudian kebutuhan pengusaha kemudian melayani pejabat.

Pada kesempatan ini I Wayan Ediana juga mensosialisasikan tentang tatacara melakukan pengisian input data. Dengan adanya sosialisasi dari Kementerian Pertanian ini diharapkan akan terwujud Kostratani yang lebih baik di Kabupaten Sijunjung, karena tidak seluruh kabupaten di Sumatera Barat yang dikunjungi oleh  Kementan RI. 

#GP | Herman

Posting Komentar

0 Komentar

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS