Masyarakat Kampung Bancah Rambai Pasbar Merasa Diremehkan Oleh Pihak PKS PT.GSA


Pasbar(SUMBAR).GP- Masyarakat kampung Bancah Rambe Kinali merasa diremehkan oleh pihak Pihak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Gunung Sawit Abadi (GSA). Karena pipa pembuangan limbah PKS PT.GSA itu diduga masi bocor dan mengalir ke Sungai Batang Pandan di Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat (Kab. Pasbar).

"Akhirnya masyarakat setempat melayangkan surat kepihak PKS PT.GSA dan ditembuskan pada Bupati, DPRD serta Instansi yang terkait dan rekan media cetak serta media elektronik se Kab. Pasbar," ujar Ujang pada goparlement.com Rabu (25/03/2020) kemaren.

Lebi lanjut Ujang menyebutkan, bahwa tuntutan masyarakat kepada pihak PKS PT.GSA itu, agar kiranya limbah pabrik yang diduga bersumber dari air rembesan yang mengalir ke Sungai Batang Pandan diperbaiki, jika tidak air sungai tersebut tidak dapat lagi di pakai untuk mandi, cuci kakus bagi warga sekitar yang selama ini mempergunkan aliran sungai tersebut, karena saat air sungai tersebut sudah berubah warna dan bau busuk.

Bukan itu saja kata Ujang, dengan beruba nya air tersebut habitat yang ada disekitarnya sudah banyak yang mati. Ini terbukti dengan kejadian, Kamis 12 Maret 2020 lalau yang mengakibatkan ribuan ikan larangan mati, tandas Ujang.


BAJA JUGA: https://www.goparlement.com/2020/03/diduga-limba-pks-pt-gsa-di-pasbar-bocor.html
 

Jadi kita berharap agar pihak Dinas Lingkungan Hidup ataupun yang terkait dapat memediasi kami selaku masyarakat dengan pihak perusahaan, sebab kami menuntut agar limbah apapun namannya tidak di alirkan ke Sungai Batang Pandan lagi.

Sementara Sekretaris Nagari Kinali Anwar ketika dihubungi via telpon genggam, mengatakan bahwa secara birokraai dirinya belum ada pengaduan dari masyarakat ke pemerintah Nagari, "Jadi kami tidak bisa mengambil tindakan apa yang harus dilakukan, kecuali setelah adanya keberatan resmi dari masyarakat setempat. Setelah itu kita akan melakukan pemanggilan kepada pihak perusahaan tentang keberat yang disampaikan, dan akan mencarikan jalan keluarnya," ungkap Anwar akrab disapa dengan panggilan Apin.

Terpisah, Sekretaris Komisi III DPRD Pasbar, Dedi Lesmana S. Pi, ketika diminta komentarnya tentang dugaan ada bocornya limba PT GSA, dan mengalir ke Sungai Batang Pandan, mengatakan "Tentu hal ini harus secara lembaga, dan terus menjadwalkan untuk turun lapangan disemua PKS yang ada se- Kab. Pasbar tanpa kecuali. Dan kita harapkan juga  Dinas Lingkungan Hidup (LH) agar benar-benar mengawasi PKS yang  beroperasi secara rutin, dengan harapan tidak ada lagi limbah yang dibuang ke sungai," ujar Dedi yang mewakil kursi DPRD Pasbar dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, kemaren.

Didi juga minta kepada pihak perusahaan agar pro aktif menyampaikan kepada Dinas LH tentang kejadian-kejadian dilapangan yang berdampak kepada masyarakat seperti halnya kejadian yang terjadi di PT GSA dikinali dan PT. BTN di Tanah Batahan, tandas Dedi.

Serta kepada masyarakat Dedi berharap, dalam menyampaikan keberatan atau tuntutanya lakukan dengan secara prosedur, sehingga dapat jalan keluarnya dengan baik demi kebaikan kita bersama, pungkas Dedi.

#GP | Syamsuri

Posting Komentar

0 Komentar

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS