Ketua YPIA Jorong Tantaman: Masa Ketua Yayasan Ahli Waris Tak Tahu Sudut Mandrasah


Agam(SUMBAR).GP- Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Muhsinin (YPIA) Jorong Tantaman, Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat H. Darman, MS. Dt. Katumanggungan Nan Sati membuktikan ucapannya bahwa dirinya menggelar rapat dengan segenap Ninik Mamak (Penghulu Adat) jorong setempat. Rapat tersebut berkaitan dengan sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kampung Panjang, Tantaman.


Darman menerangkan bahwa dirinya telah menggelar rapat pada Kamis Minggu lalu di Balai Adat Jorong Tantaman dimana inti rapat bersama 16 ninik mamak dan enam Khatib berempat serta masyarakat itu menyerahkan kepemimpinan sebagai ketua yayasan. 

"Saya undang seluruh ninik mamak, memberitahukan bahwa saya mengundurkan diri sebagai ketua yayasan yang membahawi MTs Kampung Panjang Tantaman. Tapi, semua ninik mamak menolak pengunduran diri saya, beliau semua masih menginginkan saya sebagai ketua dengan alasan agar MTs biar semakin berkembang," katanya kepada media ini di Bukittinggi, Senin (2/12).

Ia tambahkan, semua ninik mamak diundang hanya satu orang ninik mamak yang tidak hadir dengan alasan pergi ke Jakarta.

"Ninik mamak itu merupakan pendukung yang mengaku ahli waris yayasan lain membahawi MTs Kampungpanjang. Saya mengetahui ninik mamak tersebut bukan ke Jakarta tapi ke medan bersama kelompok masyarakat lain. Masa ninik mamak sebagai seorang panutan suka berbohong begitu," imbuhnya.

Lebih lanjut Darman mengatakan, tidak bersedianya ninik mamak menerima pengunduran dirinya disebabkan selama yayasan YPIA Jorong Tantaman membawahi madrasah, para tokoh masyarakat Tantaman itu melihat kemajuan atau perkembangan dari sebelumnya. 

"Iya, saya berbuat fakta dan jelas untuk kemajuan madrasah, mulai dari kebutuhan siswa dan guru serta perlengkapan madrasah saya usahakan sebagaimana layaknya sekolah lain punya fasilitas memadai," sebutnya.

Kata dia, menjadikan Madrasah punya banyak siswa-siswi seperti saat ini bukan segampang diributkan orang-orang yang mengaku sebagai ahli waris yayasan atau mengaku pengurus itu.

"Sejak tahun 2014 lalu madrasah tidak terurus, para siswanya hanya belasan orang. Tapi setelah dibawahi YPIA Jorong Tantaman, madrasah berkembang dan minat orang tua menyekolahkan anaknya disana meningkat. Saya juga upayakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan dana lain untuk pembiayaaan atau keperluan seluruh siswa termasuk gaji para guru," terang Darman yang juga seorang ustadz ini.

Kini setelah madrasah semakin berkembang, katanya lagi, ada sekelompok orang yang mengaku sebagai ahli waris dengan kepengurusan lengkap mengaku membahawi MTs Kampungpanjang Tantaman namun tidak pernah berbuat bagaimana madrasah bisa berkembang.

"Mana ada yayasan punya ahli waris segala. Dan kalau memang selama ini ada ahli warisnya, apa yang mereka perbuat untuk kemajuan madrasah, bahkan jangankan membantu perkembangan madrasah, ketua yayasan-nya yang katanya ada di provinsi Sumbar itu tidak mengetahui sudut Madrasah dimana apa lagi jumlah siswa-siswinya," cetus Ustadz yang puluhan tahun memperhatikan dan membangun fasilitas umum di kampung halamannya itu.

Terkait kini plang merk madrasah dan papan pengumuman telah dipasang yayasan ahli waris bersama pengurusnya, Darman menyikapi biasa saja.

"Terserah mereka memasang dimana, tapi masa plang merk Ibtidaiyah dan Tk juga dipasang di areal Mandrasah sedangkan dua tingkatan sekolah tersebut sudah ada di samping balai adat dimana bangunannya berdiri di tanah berbeda," tutup Darman santai.

# GP | AN   

Post a Comment

0 Comments

PT.Andalas Nusantara Parlemen Mengucapkan, Selamat datang di Website www.goparlement.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga Anda puas, Tertanda; Rifnaldi (CE) Pimred