Kepemimpinan Gerindra Membuat gaduh Sumbar.


Padang(SUMBAR).GP- Setelah menggelindingkan wacana interpelasi terhadap Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno yang dinilai terlalu sering bepergian ke luar negeri, berikutnya bergulir ke Walikota Bukittinggi, yang menaikan sewa pasar untuk pedagang, dan kini giliran saatnya Walikota Padang yang ingin di interpelasi. 

Hak interpelasi ini mengemuka semenjak Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade ini memimpin  Partai Gerindra, Sumatra Barat. 

Seperti kita ketahui, Andre Rosiade  kembali menggelindingkan wacana Interpelasi ke Pemko Padang,  seperti halnya ke Gubernur Sumbar karena Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah,  yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dianggap tak mampu mengendalikan hiburan malam di kota Padang.  Padahal lai buya," acok pulo pai kalam pulang kalam, tapi ngurus keberadaan hiburan malam tak mampu". Ujar Andre, yang juga mengunggah kegiatannya ini pada akun fbnya.

Wacana interpelasi yang akan digulirkan oleh Andre melalui Fraksi Gerindra Kota Padang, adalah mengenai keberadaan "dunia malam", di Kota Padang.

Hal ini dilakukannya, setelah Minggu malam (22/12) Andre Rosiade didampingi oleh Syafrial Kani, Ketua DPRD Kota Padang, yang berasal dari partai Gerindra serta Satpol PP Kota Padang dan Satuan Koordinasi, Keamanan dan Ketertiban Kota (SK-4) Kota Padang menggerebek sejumlah tempat hiburan malam, karaoke tanpa izin di Kota Padang.

Kepala Satpol PP Kota Padang, Al Amin mengungkapkan,  pihaknya berhasil menyita puluhan botol miras dari kafe yang tidak memiliki izin edar, sekaligus mengamankan sejumlah wanita tanpa identitas untuk diinterogasi di Mako Satpol PP Kota Padang.

Untuk itu kami akan tetap memprosesnya, "terutama kafe yang tak memiliki izin,  menjual minuman tanpa izin dan  wanita  yang tak punya identitas dan bekerja di tempat hiburan malam ," tuturnya lagi menambahkan."Sangat disayangkan, kita masih menemukan wanita malam, minuman keras dan tempat hiburan malam tanpa izin," kata Andre di sela-sela penggerebekan itu.

Andre Rosiade mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan bahwa ada 31 tempat hiburan malam di Kota Padang. Dari jumlah itu, hanya 12 lokasi tempat yang berizin. Sementara sisanya, 19 tempat lainnya beroperasi tanpa izin.  Andre sangat menyayangkan kondisi itu, karena Kota Padang dipimpin oleh Walikota Mahyeldi, yang merupakan seorang buya atau ulama.

"Ini yang sangat kita sayangkan. Padang dipimpin seorang buya, tapi ke mana dia ? Tempat hiburan malam ini, sudah bertahun-tahun beroperasi dan meresahkan masyarakat," ungkap Andre dengan nada tinggi.

Anggota DPR RI dan sekaligus Ketua Partai Gerindra Sumbar itu, meminta fraksi Gerindra di DPRD Padang agar  menjalankan kewenangannya guna  mempertanyakan hal ini  kepada wali kota Padang.

"Saya dorong fraksi Gerindra DPRD Padang untuk mempertanyakannya. Coba panggil, kalau tidak mau bisa gunakan hak interpelasi," ujar Andre menambahkan.

Ketua DPRD Padang yang juga berasal dari Partai Gerindra, Syafrial Kani, mengatakan, pihaknya berencana akan melakukan interpelasi ke Walikota Padang Mahyeldi. Interpelasi dilakukan karena Fraksi Gerindra menilai, masih banyaknya tempat karaoke yang beroperasi tanpa izin. Bahkan, ada tempat karaoke ilegal yang sudah beroperasi sudah bertahun-tahun.

"Senin besok kita akan rapat dengan anggota fraksi Gerindra DPRD Padang untuk membahas soal pemanggilan wali kota, terkait persoalan tempat hiburan malam ini," katanya.

Syafrial menyayangkan, masih banyaknya tempat hiburan malam tanpa izin yang beroperasi dengan menyediakan minuman keras dan wanita pemandu karaoke. "Sebagai walikota yang berasal dari ulama, Mahyeldi dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya menertibkan tempat hiburan malam itu," ujar Syafrial mengingatkan. "Ini yang sangat kita sayangkan. Makanya kita akan meminta penjelasan wali kota. Ada kemungkinan akan digunakan interpelasi," kata Syafrial lagi mengakhiri.

Pertanyaan bagi sebagian masyarakat kita, dengan guliran yang dilontarkan oleh Andre Rosiade,  anggota DPR RI dan sejak "berpindahnya" kepemimpinan Gerindra Sumbar ke Andre, ada semacam keresahan dan kegaduhan. Kami di Sumbar sini, biasanya aman, nyaman dan damai. "bentar-bentar interpelasi, bentar-bentar itu lagi," apa sih maunya ini orang, karena pilkada sudah dekat ya," ujar salah seorang tokoh masyarakat Padang, yang enggan disebutkan namanya.

#GP | Rep | FD

Post a Comment

0 Comments

PT.Andalas Nusantara Parlemen Mengucapkan, Selamat datang di Website www.goparlement.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga Anda puas, Tertanda; Rifnaldi (CE) Pimred