Ketua Tim Revitalisasi SMK Negeri 2 Bukittinggi Akui Tak Paham Spesifikasi

Bukittinggi (SUMBAR).GP- Program revitalisasi SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) pada 2019 yang diperoleh SMK Negeri 2 Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) senilai Rp1,3 miliar dipergunakan untuk berbagai pembangunan dan renovasi sekolah tersebut. 

Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Bukittinggi, Dra. Meri Desna, M.Pd mengatakan dana bantuan bersumber dari program revitalisasi itu dipergunakan membangun mushalla, pemasangan batu alam di halaman sekolah dan perbaikan ruang kelas di gedung II, Ranjau.

Baca juga : https://www.goparlement.com/2019/11/revitalisasi-pembangunan-mushalla-dan.html

Ditanya bagaimana bentuk pengerjaan di sekolah yang dia pimpin itu, Meri menyebutkan sistemnya berbentuk swakelola dan dikerjakan oleh rekanan yang ditunjuk sekaligus juga didampingi konsultan pengawas.

"Kami tunjuk rekanan untuk pengerjaan yang sedang berlangsung saat ini dan setiap pekerjaan juga didampingi konsultan pengawas," kata Meri didampingi Ketua Tim Revitalisasi Hotril, di ruang kantornya, Selasa kemarin. 

Hanya saja, ditanya lagi apakah pengerjaan pemasangan batu alam, pembangunan mushalla dan perbaikan ruang kelas sesuai spesifikasi sebagaimana tertera dalam rencana anggaran biaya Meri tidak memahaminya. 

"Kalau soal spesifikasi pengerjaannya, saya tidak mengetahui. Itu yang lebih mengerti atau mengetahui ketua tim atau konsultan," katanya.

Ketua Tim Banyak Tidak Mengetahui

Terkait hal itu, ternyata ketua tim revitalisasi, Hotril lebih tidak mengetahui bahkan dia mempercayai konsultan dan berpegang kepada garansi jika hasil kerja tidak berkwalitas atau tidak sesuai spesifikasi.

"Saya tidak begitu paham karena saya bukan orang teknis di bidang kontruksi bangunan, meski demikian ada pengawas yang lebih mengetahui. Dan jika hasilnya tidak sesuai spesifikasi, kan tanggungjawab rekanan," kata Hotril.

Kata dia, untuk mengawasi kerja rekanan di SMK seperti pemasangan batu alam dan pemasangan lantai mushalla dengan keramik ada konsultan yang datang ke sekolah.

"Setiap hari ada kok konsultan datang ke sekolah," sebutnya.

Diceritakan tentang pemasangan keramik Mushalla diduga tidak sesuai spesifikasi sebab saat keramik dipasang oleh seorang buruh harian hanya menggunakan pasir tanpa adukan semen sebagai lantai kerja. 

"Saya tak mengerti bagaimana seharusnya pemasangan keramik itu. Jika memang pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi saya akan tanya kepada konsultan saja," akunya sedikit agak terkejut.

"Lagian kami sebagai tim revitalisasi saat ini, hanya meneruskan tim terdahulu yang dibentuk pada tahun 2017," sambungnya.

Lantai Kerja Tidak Menggunakan Adukan Semen

Sebelumnya, pantauan media ini terlihat pemasangan lantai Mushalla menggunakan keramik tidak meratakan lantai kerja dengan adukan semen, akan tetapi hanya meratakannya dengan menaruh pasir kering.

"Meratakan lantai kerja menggunakan adukan pasir dan semen, pasti menambah modal atau biaya lagi," kata Sitompul yang bekerja memasang keramik di Mushalla tersebut. 

# GP | AN

Post a Comment

0 Comments

PT.Andalas Nusantara Parlemen Mengucapkan, Selamat datang di Website www.goparlement.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga Anda puas, Tertanda; Rifnaldi (CE) Pimred