Menjalani Hidup Harus Punya Keterampilan dan Profesional

Sijunjung(SUMBAR).GP- Suatu keahlian yang dimiliki harus ditekuni dengan sungguh-sungguh dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi gelombang kehidupan.

Hal inilah yang membuat Alam Miksal (39), menekuni pekerjaan sebagai tukang pangkas semenjak 11 tahun lalu hingga kini. 

Anak ketiga dari empat bersaudara asal Nagari Aie Angek, Sijunjung, Sumbar ini, ketika masih lajang pergi merantau ke Jakarta sampai 6 tahun lamanya untuk mengadu nasib, dengan pekerjaan sebagai tukang pangkas rambut. 

Ilmu yang diperolehnya di ibu kota negara selama 6 tahun itu, kemudian ia kembangkan sebagai usaha di Muaro Bungo, Jambi. Namun karena ingat negeri asal maka bapak satu putri ini pindah ke Sijunjung, dan kini mangkal di Tanjung Ampalu, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung. 

Anak muda yang  baru berumah tangga, dengan mempersunting gadis pujaannya dari nagari kelahirannya, yang memiliki nama Fitri ini, di tempat ia membuka usaha jasa gunting rambut di Tanjung Ampalu semenjak 2014 lalu dengan mengontrak sebuah kedai berukuran 3 m x 4 m ini, ternyata mampuh menghidupi anak istrinya dengan hasil jerih payanya itu. 

Sebutnya, setiap usaha harus dijalani dengan sungguh-sungguh, semangat, teliti, dan profesional. 

Motivasinya, ketika meninggalkan kampung halaman dulunya menuju Kota Metropolitan Jakarta, tidak lain tidak bukan,  ingin punya keahlian untuk bisa dijalani sebagai mata pencaharian. 

Apalagi, kata anak muda punya panggilan akrabnya, Adek ini, orang tua-tua dulunya punya filsafat, ingin maju cari ilmu ke rantau orang. Seperti bunyi pantun lama, karakatau modang di hulu, babuah babungo balun. 

Karantau bujang dulu, di kampuang paguno balun. Artinya, ujar bapak satu putri ini, sayang di kampung harus ditinggalkan dalam artian untuk mencari ilmu dan kepandaian dalam usaha. 

Jarak tempat bekerja dengan kampungnya agak jauh, namun bagi Alek demi cinta anak istri harus hidup ini dijalani dengan suka duka, pahit manisnya merupakan bumbuh hidup. Walaupun ia harus bekerja dengan jarak lebih kurang 45 km, namun hal itu harus dijalani dengan penuh keyakinan, kegigihan, dan tidak lupa pada Tuhan. 

Sehubungan jarak kampung dengan tempat usaha agak jauh, sehingga Adek harus pisah tidur dengan anak istrinya, dan sekali sepekan baru kumpul sama keluarganya. Bicara soal hasil dari pekerjaan Adek, ucapnya bisalah untuk sekeluarga, walaupun tidak besar hasilnya, namun cukup untuk pekan ke pekan. 

Menjawab goparlement.com ayah dari moza (15 bulan) ini, peralatan untuk membuka usaha pangkas rambut dengan merek, "Pangkas Rambut Adek " di Tanjung Ampalu ini terdiri dari dua kursi besi, gunting, alat cukur listrik, kaca, sisir, pisau pencukur, dan lainnya. 

Tampaknya, kepiawaian Adek dalam memainkan jemarinya melayani orang yang mau memangkas rambut, sungut, jambang, hingga mencat rambut ini, kini telah ditularkan kepada adik iparnya ,Andri yang sekaligus menjadi teman tidur di kontrakannya itu. Jika ilmu yang kita miliki diajarkan pula pada orang lain, ini adalah ibadah, sehinggah nantinya keahlian itu akan bisa pula orang lain menekuninnya untuk menopang kehidupannya. Sebab, ujarnya lagi, ilmu yang bermanfaat harus diajarkan kepada sesama, apalagi kepada saudara sendiri, tuturnya panjang lebar. 

Menanggapi goparlement.com di Tanjung Ampalu, Adek mengatakan akan mencari tempat baru buat usaha pangkas rambut, jika adik iparnya betul-betul sudah mampan kemapuan menggunting rambut orang lain. Maka tempat usahanya yang dikontraknya saat ini bakal dijadikan usaha adik ipar Adek, sehingga dengan cara begitu ia bisa membimbing keluarga, hingga dapat pula buka usaha secara mandiri, sambung Adek dalam bincang-bincangnya dengan goparlement.com

#GP | Yornalis Can, S. Pd | Jml.

Post a Comment

0 Comments

PT.Andalas Nusantara Parlemen Mengucapkan, Selamat datang di Website www.goparlement.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga Anda puas, Tertanda; Rifnaldi (CE) Pimred