Jakarta(DKI). GP– Ada momen haru setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Suyudi langsung menghampiri ibundanya yang hadir menyaksikan pelantikan dan kemudian bersimpuh di hadapannya.
Momen tersebut terjadi setelah rangkaian pelantikan Kapolri dan sejumlah pejabat baru selesai. Suyudi yang baru saja mengemban jabatan sebagai orang nomor satu di tubuh Polri terlihat mendatangi sang ibu yang berada di barisan keluarga.
Ibunda Suyudi diketahui mengikuti prosesi pelantikan sejak awal hingga selesai. Ia menyaksikan langsung putranya mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo.
Setelah mendekati ibunya, Suyudi kemudian bertekuk lutut di atas karpet biru Istana Negara. Ia mencium sekaligus menggenggam tangan sang ibu dalam suasana yang berlangsung penuh haru.
Momen tersebut menjadi salah satu perhatian setelah pelantikan. Setelah bersimpuh di hadapan ibunya, Suyudi kemudian menghampiri istri dan anak-anaknya. Ia memeluk anggota keluarganya satu per satu.
Sebelumnya, Suyudi menjalani prosesi pelantikan sebagai Kapolri bersama Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat yang dipercaya menjadi Wakapolri. Keduanya dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan Nomor 97/POLRI Tahun 2026.
Dalam pelantikan tersebut, Suyudi juga mendapatkan kenaikan pangkat dari Komisaris Jenderal menjadi Jenderal Polisi. Ia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang kemudian dipercaya menduduki jabatan Kepala Staf Kepresidenan.
Suyudi sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak Agustus 2025. Perwira tinggi kelahiran Jakarta, 14 Juli 1973, itu merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994.
Pergantian pucuk pimpinan Polri tersebut sebelumnya telah melalui proses di DPR. Komisi III DPR menyetujui Suyudi sebagai calon Kapolri, yang kemudian mendapatkan persetujuan dalam rapat paripurna DPR.
Usai dilantik, Suyudi menyampaikan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan konsolidasi internal. Ia juga akan mengevaluasi program yang telah berjalan di era kepemimpinan sebelumnya.
Suyudi menyatakan program yang masih dinilai baik akan dilanjutkan, sementara hal-hal yang masih membutuhkan pembenahan akan diperbaiki. Ia juga menyebut peningkatan pelayanan publik dan penegakan hukum yang adil sebagai bagian dari fokus kepemimpinannya.
Selain itu, Suyudi membawa program kerja “Polisi Bersama Masyarakat”. Ia mengatakan Polri perlu berada di tengah masyarakat dan memberikan respons terhadap persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara itu, serah terima jabatan Kapolri dan Wakapolri dijadwalkan berlangsung di Mabes Polri pada Jumat (2/10/2026). Rangkaian kegiatan tersebut mencakup penyerahan pataka, pisah sambut, serta pelepasan pejabat lama.
Di tengah pergantian kepemimpinan Polri tersebut, momen Suyudi bersimpuh di hadapan ibunya menjadi bagian personal dari hari pertamanya sebagai Kapolri. Setelah menjalani prosesi kenegaraan, ia memilih menemui keluarga yang hadir mendampinginya pada hari penting tersebut.
#GP | DEF






Tidak ada komentar:
Posting Komentar