Kapolri Suyudi Gerak Cepat, 14 Pejabat Utama Mabes Polri dan 19 Kapolda Diganti - Go Parlement | Portal Berita

Kapolri Suyudi Gerak Cepat, 14 Pejabat Utama Mabes Polri dan 19 Kapolda Diganti

Sabtu, Oktober 03, 2026



Jakarta(DKI). GP– Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto langsung melakukan perombakan jajaran Polri setelah resmi memegang tongkat komando. Sebanyak 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) dimutasi dalam keputusan yang mencakup sejumlah posisi strategis di Mabes Polri hingga tingkat kepolisian daerah.


Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Dari total 88 personel yang mendapat mutasi, sebanyak 70 di antaranya mendapatkan promosi atau menempati jabatan baru. Selain itu, terdapat 21 personel yang memperoleh kenaikan pangkat.


Perombakan paling mencolok terjadi di jajaran pejabat utama Mabes Polri. Sebanyak 14 jabatan pejabat utama (PJU) Mabes Polri mengalami pergantian. Sejumlah posisi yang berubah merupakan jabatan strategis, mulai dari Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum), Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam), Kepala Bareskrim hingga Kepala Divisi Propam.


Komjen Pol Asep Edi Suheri mendapat penugasan sebagai Irwasum Polri. Posisi Kabaintelkam dipercayakan kepada Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti, sedangkan kursi Kabareskrim diisi Irjen Pol Asep Safrudin. Sementara itu, Irjen Pol Hery Herjawan ditugaskan sebagai Kabaharkam Polri.


Rotasi juga menyentuh bidang pendidikan, perencanaan, logistik dan sumber daya manusia. Irjen Pol Rudi Darmoko ditugaskan sebagai Kalemdiklat Polri, Irjen Pol Andik Setiyono sebagai Astamarena Kapolri, Brigjen Pol Agus Dwi Hermawan sebagai Aslog Kapolri, serta Brigjen Pol Deni Dharmapala sebagai As SDM Kapolri.


Pada bidang pengawasan internal dan penegakan disiplin, Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap ditugaskan sebagai Kadivpropam Polri. Sementara posisi Kadiv TIK diisi Irjen Pol Roberto G.M. Pasaribu. Brigjen Pol Tubagus Ami Prindani mendapat tugas sebagai Kadensus 88 Antiteror Polri.


Perubahan lainnya mencakup Irjen Pol Ahrie Sonta N. sebagai Kadivkum Polri, Irjen Pol Arie Ardian Rishadi sebagai Kakortastipidkor Polri, serta Kombes Pol Didik Hariyanto sebagai Koorspripim Polri. Dengan susunan baru tersebut, sejumlah bidang utama di lingkungan Mabes Polri kini berada di bawah pejabat yang mendapatkan penugasan baru.


Tidak hanya Mabes Polri, perombakan juga menyasar jajaran kewilayahan. Sebanyak 19 posisi Kapolda berganti, termasuk Kapolda Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Maluku, Nusa Tenggara Timur hingga sejumlah wilayah lainnya.


Untuk Polda Metro Jaya, jabatan Kapolda kini dipercayakan kepada Irjen Pol Dadang Hartanto. Sebelumnya, posisi tersebut dijabat Komjen Pol Asep Edi Suheri yang kemudian mendapat tugas sebagai Irwasum Polri. Sementara posisi Kapolda Riau ditempati Irjen Pol Arman Achdiat setelah pejabat sebelumnya, Irjen Pol Hery Herjawan, mendapat penugasan sebagai Kabaharkam Polri.


Kapolri Suyudi melakukan mutasi tersebut sehari setelah dirinya resmi menjabat sebagai Kapolri. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya melantik Suyudi sebagai Kapolri pada Kamis, 1 Oktober 2026, menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Pergantian kepemimpinan itu kemudian dilanjutkan dengan rangkaian serah terima Panji Polri Tribrata pada Jumat, 2 Oktober 2026.


Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi. Menurut Polri, kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi sekaligus menjadi bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.


Para perwira yang mendapatkan penugasan baru selanjutnya diminta segera menyesuaikan diri dengan jabatan dan tanggung jawab masing-masing. Polri menyatakan pejabat baru diharapkan dapat melanjutkan tugas yang telah berjalan sekaligus memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.


Dengan pergantian 14 pejabat utama Mabes Polri dan 19 Kapolda, mutasi kali ini menjadi salah satu langkah awal kepemimpinan Suyudi Ario Seto setelah mengambil alih komando Polri. Keputusan tersebut sekaligus mengubah komposisi sejumlah posisi strategis di tingkat pusat dan daerah.


#GP | DEF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS