Tragis! Orang Utan Sempurna Mati Terdampak Karhutla, DPR Minta Evakuasi Satwa Dipercepat - Go Parlement | Portal Berita

Tragis! Orang Utan Sempurna Mati Terdampak Karhutla, DPR Minta Evakuasi Satwa Dipercepat

Jumat, September 04, 2026





JAKARTA(DKI). GP– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan kembali menimbulkan dampak serius terhadap satwa liar. Seekor orang utan bernama Sempurna akhirnya mati setelah sebelumnya ditemukan dalam kondisi kritis akibat terdampak asap karhutla di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.


Kematian Sempurna mendapat perhatian dari anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api dan perlindungan masyarakat.


Menurut Hetifah, satwa liar yang berada di sekitar kawasan terdampak karhutla juga membutuhkan perlindungan dan penanganan cepat. Evakuasi satwa yang terancam akibat kebakaran maupun asap harus dilakukan sebelum kondisinya semakin memburuk.


Ia menyampaikan keprihatinannya atas kematian Sempurna. Menurutnya, karhutla mempunyai dampak yang luas karena tidak hanya mengancam manusia, tetapi juga mengganggu habitat satwa serta keseimbangan ekosistem.


Karena itu, pemerintah diminta mempercepat langkah penyelamatan satwa di wilayah yang terdampak karhutla. Tim di lapangan dinilai perlu melakukan pemantauan secara aktif terhadap keberadaan satwa yang terjebak, mengalami gangguan kesehatan, atau kehilangan habitat akibat kebakaran.


Hetifah juga meminta penanganan karhutla dilakukan secara lebih menyeluruh. Upaya tersebut mencakup pemadaman api, pencegahan kebakaran meluas, pemulihan habitat, hingga penyelamatan satwa yang berada di kawasan terdampak.


Menurut dia, keberadaan satwa liar harus menjadi bagian penting dalam penanganan bencana ekologis seperti karhutla. Ketika asap mulai menyelimuti kawasan hutan, satwa dapat mengalami gangguan pernapasan dan kesulitan mendapatkan makanan maupun tempat berlindung.


Kematian Sempurna menjadi pengingat bahwa dampak karhutla dapat berlangsung lebih luas daripada yang terlihat. Kerusakan habitat dan kualitas udara yang buruk dapat membuat satwa liar berada dalam kondisi rentan, terutama orang utan yang sangat bergantung pada kawasan hutan sebagai habitatnya.


Selain mempercepat evakuasi, pemerintah juga dinilai perlu memperkuat koordinasi antara kementerian terkait, pemerintah daerah, lembaga konservasi, serta petugas penyelamat satwa. Koordinasi diperlukan agar satwa yang ditemukan dalam kondisi darurat bisa segera mendapatkan pertolongan.


Penanganan karhutla di Kalimantan sendiri masih menjadi perhatian pemerintah. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah turun langsung meninjau penanganan karhutla dan meminta penanganan dilakukan secara cepat serta optimal. Pemerintah juga menekankan pentingnya penindakan apabila ditemukan pelanggaran hukum dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.


Di sisi lain, pemerintah mengambil langkah terhadap sejumlah perusahaan yang berkaitan dengan persoalan karhutla di Kalimantan Barat. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan pemerintah membekukan izin usaha lima perusahaan dan menerapkan langkah pemulihan lingkungan.


DPR berharap penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman api. Perlindungan terhadap masyarakat, satwa liar, dan ekosistem harus dilakukan secara bersamaan agar dampak bencana tidak semakin meluas.


Kasus Sempurna diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempercepat sistem penyelamatan satwa ketika karhutla terjadi. Semakin cepat satwa dievakuasi dari wilayah terdampak, semakin besar peluang mereka untuk mendapatkan pertolongan dan bertahan hidup.


#GP | DF 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS