PADANG(SUMBAR). GP– Pemulihan fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Kota Padang, Sumatera Barat, mendapat perhatian langsung dari Komisi X DPR RI. Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir turun ke lapangan untuk melihat perkembangan rehabilitasi sekolah terdampak bencana.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan sesuai kebutuhan dan dapat segera dituntaskan. Langkah ini dinilai penting agar kegiatan belajar mengajar para siswa tidak terus terganggu akibat kerusakan fasilitas sekolah.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi X DPR RI meninjau dua sekolah dasar yang terdampak, yakni SDN 04 Baringin di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, serta SDN 32 Kuranji di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji.
Kedua sekolah tersebut menjadi bagian dari fasilitas pendidikan yang mendapatkan dukungan rehabilitasi setelah terdampak bencana hidrometeorologi. Kondisi sekolah di lapangan menjadi perhatian karena perbaikan sarana pendidikan berkaitan langsung dengan keberlangsungan proses pembelajaran.
Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro mengatakan kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sekolah sekaligus memastikan proses rehabilitasi berjalan dengan baik.
Menurut Agung, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) perlu memberikan perhatian terhadap daerah yang fasilitas pendidikannya terdampak bencana.
Ia menegaskan bahwa bencana tidak boleh membuat anak-anak kehilangan hak untuk memperoleh pendidikan. Karena itu, proses rehabilitasi sekolah harus menjadi bagian penting dari pemulihan pascabencana.
“Pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena bencana. Anak-anak harus tetap mendapatkan haknya untuk belajar dengan aman dan nyaman,” kata Agung dalam kunjungan tersebut.
Dukungan pemerintah pusat juga mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. Ia menyebut bantuan untuk memperbaiki sekolah terdampak sangat berarti bagi pemerintah dan masyarakat Kota Padang.
Maigus mengatakan cukup banyak fasilitas pendidikan di Kota Padang yang terdampak bencana hidrometeorologi. Karena itu, dukungan pemerintah pusat dibutuhkan agar proses rehabilitasi dapat dilakukan secara bertahap dan segera selesai.
Pemerintah Kota Padang berharap perbaikan sekolah tidak hanya mengembalikan kondisi bangunan seperti sebelum bencana. Infrastruktur pendidikan juga diharapkan semakin aman dan mampu menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Upaya tersebut menjadi penting mengingat fasilitas sekolah merupakan tempat utama anak-anak mendapatkan pendidikan. Kerusakan bangunan sekolah dapat menghambat kegiatan belajar sekaligus menimbulkan risiko keselamatan apabila tidak segera ditangani.
Komisi X DPR RI pun menyatakan akan terus mendorong pemerintah pusat memberikan perhatian kepada daerah yang terdampak bencana, khususnya dalam pemulihan sektor pendidikan. Pengawasan di lapangan diharapkan dapat memastikan bantuan dan program rehabilitasi benar-benar sesuai kebutuhan sekolah.
Pemulihan sekolah di Padang akhirnya bukan sekadar persoalan memperbaiki bangunan yang rusak. Lebih dari itu, rehabilitasi menjadi bagian dari upaya memastikan anak-anak tetap bisa belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.
Dengan adanya pengawasan langsung dari Komisi X DPR RI serta koordinasi pemerintah daerah dan Kemendikdasmen, proses rehabilitasi sekolah terdampak bencana di Padang diharapkan dapat berjalan lebih cepat. Target akhirnya adalah mengembalikan aktivitas belajar mengajar secara optimal bagi para siswa.
#GP | DF






Tidak ada komentar:
Posting Komentar