Prabowo Panggil Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi ke Istana, Ada Agenda Apa? - Go Parlement | Portal Berita

Prabowo Panggil Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi ke Istana, Ada Agenda Apa?

Selasa, September 22, 2026


JAKARTA(DKI). GP
- Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Djaka Budhi Utama, ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Djaka tiba pada sore hari ketika Presiden tengah menggelar sejumlah agenda pemerintahan, termasuk rapat terkait industri tekstil dan produk tekstil (TPT).


Djaka datang ke Istana mengenakan seragam resmi Bea Cukai. Berdasarkan laporan sejumlah media yang berada di lokasi, ia tiba sekitar pukul 15.30 hingga 15.47 WIB. Saat ditanya wartawan mengenai alasan pemanggilan tersebut, Djaka belum memberikan penjelasan mengenai agenda pertemuannya dengan Prabowo.


"Belum tahu," kata Djaka singkat ketika ditanya mengenai keperluannya datang ke Istana.


Pemanggilan tersebut berlangsung pada hari yang sama ketika Bea Cukai menyampaikan perkembangan penindakan terhadap sejumlah barang impor ilegal. Pada pagi harinya, Djaka memberikan keterangan terkait penindakan impor ilegal beras, garam, serta balpres pakaian yang diduga merupakan pakaian bekas.


Dalam konferensi pers tersebut, Bea Cukai mengungkap bahwa pengawasan terhadap barang ilegal masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama di wilayah perairan dan kawasan perbatasan.


Djaka menyebut Selat Malaka dan perbatasan Kalimantan masih menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pengawasan. Menurutnya, keterbatasan sarana, prasarana, serta personel menjadi salah satu tantangan dalam melakukan pengawasan secara maksimal.


Bea Cukai juga mencatat adanya penindakan terhadap balpres pakaian impor yang diduga merupakan pakaian bekas. Dalam penindakan terbaru, sebanyak 1.435 balpres diamankan dalam sejumlah operasi.


Salah satu penindakan dilakukan pada 14 Agustus 2026 terhadap dugaan penyelundupan pakaian bekas dari Malaysia melalui perairan Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Petugas saat itu menemukan 430 bale pakaian bekas yang kemudian diproses lebih lanjut.


Penindakan lainnya dilakukan pada 17 September 2026 terhadap sembilan kontainer berisi balpres pakaian yang diduga bekas di Pelabuhan Tanjung Priok. Kasus tersebut menjadi bagian dari upaya Bea Cukai mengawasi masuknya barang ilegal ke Indonesia.


Di tengah agenda tersebut, Presiden Prabowo pada hari yang sama juga memanggil sejumlah pejabat untuk membahas penguatan industri tekstil dan sepatu. Sejumlah pejabat yang dilaporkan hadir antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, CEO Danantara Rosan Roeslani, Kepala BRIN Arif Satria, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.


Dengan demikian, kehadiran Djaka di Istana berlangsung dalam rangkaian agenda pemerintahan yang salah satunya berkaitan dengan sektor industri. Namun, hingga laporan tersebut dibuat, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara spesifik materi pembicaraan antara Prabowo dan Dirjen Bea Cukai.


Sebelumnya, Djaka juga menegaskan bahwa Bea Cukai tetap menjalankan tugas pokoknya setelah pergantian Menteri Keuangan. Ia mengatakan tidak terdapat perubahan arahan maupun prioritas penindakan yang diberikan kepada institusinya di bawah Menteri Keuangan Suahasil Nazara.


Menurut Djaka, Bea Cukai tetap menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan terhadap penyelundupan serta aktivitas ilegal lainnya. Langkah tersebut juga berkaitan dengan upaya mengamankan penerimaan negara.


Profil resmi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat Djaka Budhi Utama merupakan Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) yang dilantik sebagai Dirjen Bea dan Cukai pada 23 Mei 2025. Sebelum menduduki posisi tersebut, Djaka pernah menjabat sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN).


Pemanggilan Djaka ke Istana kini menjadi perhatian karena berlangsung di tengah agenda penguatan pengawasan impor dan penindakan barang ilegal. Namun, alasan spesifik Presiden Prabowo memanggil Dirjen Bea Cukai tersebut masih menunggu keterangan resmi dari pihak Istana maupun Kementerian Keuangan.


#GP | DF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS