Mamdani Balas Netanyahu Usai Pidato di PBB, Singgung Surat Perintah Penangkapan ICC - Go Parlement | Portal Berita

Mamdani Balas Netanyahu Usai Pidato di PBB, Singgung Surat Perintah Penangkapan ICC

Sabtu, September 26, 2026


Jakarta(DKI). GP-
Wali Kota New York Zohran Mamdani merespons pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mamdani menilai pernyataan Netanyahu kembali memuat klaim yang menurutnya tidak berdasar terkait konflik Israel-Palestina.


Pernyataan tersebut disampaikan Mamdani pada Jumat, 25 September 2026, setelah Netanyahu berpidato di hadapan Sidang Umum PBB pada Kamis, 24 September 2026 waktu setempat. Dalam pidatonya, Netanyahu secara terbuka menyinggung Mamdani dan mengkritik sikap politik wali kota New York tersebut terhadap Israel.


Mamdani kemudian membalas pernyataan Netanyahu melalui sebuah tanggapan yang diberitakan sejumlah media. Ia menuduh Netanyahu menggunakan forum PBB untuk mengulang pernyataan yang disebutnya sebagai kebohongan guna membantah kritik terhadap kebijakan Israel di Gaza.


Menurut Mamdani, pernyataan Netanyahu tidak mengubah status hukum yang melekat pada perdana menteri Israel tersebut. Ia merujuk pada surat perintah penangkapan yang diterbitkan Mahkamah Pidana Internasional atau ICC terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.


Perselisihan antara keduanya sebelumnya telah berlangsung menjelang kedatangan Netanyahu ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB. Mamdani dikenal sebagai salah satu tokoh politik Amerika Serikat yang secara terbuka mengkritik kebijakan pemerintah Israel terkait perang di Gaza.


Dalam pidatonya di PBB, Netanyahu justru menyoroti posisi Mamdani. Ia menuduh wali kota New York tersebut bersikap antisemit dan menyatakan bahwa sebagian warga Yahudi di New York tidak lagi merasa aman sejak Mamdani terpilih sebagai wali kota. Netanyahu juga menyinggung sikap Mamdani terhadap Israel dan Hamas.


Netanyahu juga menuduh Mamdani mendukung Hamas serta mempertanyakan sejumlah sikap politiknya terkait konflik Israel-Palestina. Mamdani sebelumnya telah mengecam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan menyatakan kekerasan terhadap warga Yahudi di New York harus ditolak.


Di sisi lain, Mamdani kembali mengangkat persoalan surat perintah ICC terhadap Netanyahu. ICC pada November 2024 menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu terkait dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Netanyahu menolak tuduhan tersebut.


Persoalan kewenangan juga menjadi bagian dari polemik tersebut. Mamdani sebelumnya pernah menyerukan agar Netanyahu ditangkap apabila datang ke New York, tetapi kemudian mengakui bahwa pemerintah kota New York tidak mempunyai kewenangan untuk menjalankan surat perintah ICC tersebut. Amerika Serikat sendiri bukan negara pihak Statuta Roma yang menjadi dasar pembentukan ICC.


Ketegangan antara Mamdani dan Netanyahu berlangsung bersamaan dengan meningkatnya perhatian internasional terhadap perang Gaza. Pidato Netanyahu di PBB bahkan diwarnai aksi walk out oleh sejumlah delegasi negara. Hampir 70 negara dilaporkan meninggalkan ruang sidang ketika Netanyahu menyampaikan pidatonya, termasuk delegasi Indonesia.


Pertukaran pernyataan antara Mamdani dan Netanyahu menunjukkan bahwa isu Gaza, Israel, Palestina, serta proses hukum internasional menjadi bagian penting dari perdebatan politik di New York dan forum internasional. Hingga kini, Netanyahu tetap membantah tuduhan yang menjadi dasar penerbitan surat perintah ICC, sementara Mamdani mempertahankan kritiknya terhadap kebijakan pemerintah Israel.


#GP | DEF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS