Kapal Induk AS Tiba di Thailand dengan Kondisi Berkarat, Sempat 286 Hari Beroperasi di Laut - Go Parlement | Portal Berita

Kapal Induk AS Tiba di Thailand dengan Kondisi Berkarat, Sempat 286 Hari Beroperasi di Laut

Jumat, September 04, 2026

 



JAKARTA(DKI). GP– Kapal induk nuklir Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, tiba di Thailand setelah menjalani penugasan panjang di kawasan Timur Tengah. Kapal tersebut menarik perhatian karena bagian lambungnya terlihat mengalami karat dan cat yang mengelupas setelah berbulan-bulan berada di laut.


USS Abraham Lincoln tiba di Pelabuhan Laem Chabang, Provinsi Chonburi, Thailand, pada awal September 2026. Kedatangan kapal perang tersebut menjadi perhatian setelah foto-foto yang memperlihatkan kondisi bagian luar kapal beredar luas.


Kapal induk kelas Nimitz tersebut diketahui menjalani penugasan selama sekitar 286 hari. Selama periode tersebut, kapal mendukung operasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk operasi yang berkaitan dengan konflik Iran.


Laporan mengenai kondisi USS Abraham Lincoln tidak hanya menyoroti tampilan fisik kapal. Sejumlah laporan juga mengungkap adanya persoalan terkait kondisi awak kapal setelah menjalani penugasan panjang tanpa kunjungan pelabuhan penuh selama berbulan-bulan.


Sekitar 5.000 pelaut dan personel Marinir berada dalam kelompok tempur USS Abraham Lincoln. Kapal tersebut sebelumnya meninggalkan San Diego pada November 2025 dan kemudian dikerahkan ke kawasan Timur Tengah.


Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah kondisi lambung kapal yang terlihat memiliki bercak karat cukup jelas. Selain itu, sejumlah bagian cat pada badan kapal juga tampak mengalami kerusakan setelah kapal menjalani perjalanan panjang di lingkungan laut.


Namun, kondisi berkarat tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa kapal mengalami kerusakan serius. Paparan air laut dalam waktu panjang memang dapat menyebabkan korosi pada permukaan kapal, terutama ketika kapal tidak memperoleh kesempatan melakukan perawatan dan pengecatan secara rutin di pelabuhan.


Komandan USS Abraham Lincoln, Kapten Dan Keeler, sebelumnya menyebut tampilan kapal yang lebih kusam setelah penugasan panjang merupakan hal yang normal. Dengan demikian, kondisi permukaan kapal perlu dibedakan dari kondisi sistem utama, termasuk sistem propulsi dan persenjataan.


Meski begitu, persoalan yang dihadapi awak kapal menjadi perhatian tersendiri. Sejumlah laporan menyebut adanya masalah terkait kesehatan mental, persediaan makanan dan kebutuhan kebersihan selama penugasan panjang tersebut.


Kondisi tersebut kemudian memicu seruan dari sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat agar dilakukan pemeriksaan terhadap situasi di dalam kapal. Mereka ingin memastikan kesejahteraan para pelaut yang menjalani penugasan dalam waktu sangat panjang.


Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya juga memberikan tanggapan terhadap laporan tersebut. Pejabat Angkatan Laut AS mengatakan sejumlah kasus kesehatan mental telah ditangani dan tidak menimbulkan korban jiwa.


Setelah meninggalkan kawasan operasi di Timur Tengah, USS Abraham Lincoln digantikan oleh USS George Washington. Pergantian tersebut dilakukan ketika Amerika Serikat tetap mempertahankan keberadaan kapal induknya di kawasan yang berkaitan dengan operasi terhadap Iran.


Kedatangan USS Abraham Lincoln di Thailand menjadi kesempatan bagi ribuan awak kapal untuk beristirahat setelah menjalani penugasan panjang. Kapal tersebut dijadwalkan melakukan persinggahan di Thailand sebelum melanjutkan perjalanan menuju pangkalannya di San Diego.


USS Abraham Lincoln merupakan kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz dengan panjang sekitar 1.093 kaki atau lebih dari 330 meter. Kapal ini dapat membawa ribuan personel serta berbagai pesawat tempur untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat.


Penugasan selama ratusan hari tersebut menjadi salah satu periode operasi terpanjang bagi USS Abraham Lincoln. Lamanya kapal berada di laut sekaligus memperlihatkan tantangan besar yang harus dihadapi awak maupun sistem pendukung kapal selama menjalankan misi militer dalam waktu panjang.


Dengan tibanya kapal di Thailand, perhatian kini beralih pada proses pemulihan awak serta perawatan kapal. Kondisi karat dan cat yang terkelupas pada bagian luar dapat ditangani melalui pemeliharaan, sementara evaluasi terhadap kondisi personel menjadi bagian penting setelah penugasan yang berlangsung selama hampir sepuluh bulan.


Kedatangan USS Abraham Lincoln juga menjadi gambaran mengenai konsekuensi dari operasi militer jangka panjang. Bukan hanya kesiapan persenjataan yang menjadi perhatian, tetapi juga ketahanan kapal dan kondisi ribuan personel yang berada di dalamnya.


#GP | DF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS