Enam Simpatisan dan Anggota OPM Kembali ke Pangkuan NKRI, TNI Kedepankan Pendekatan Humanis - Go Parlement | Portal Berita

Enam Simpatisan dan Anggota OPM Kembali ke Pangkuan NKRI, TNI Kedepankan Pendekatan Humanis

Rabu, September 09, 2026

 



JAKARTA(DKI). GP– Pendekatan humanis kembali dilakukan Satgas Koops TNI Habema dalam upaya meredam konflik dan membangun perdamaian di Papua. Dalam dua hari berturut-turut, enam orang yang disebut memiliki keterkaitan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Lima orang di antaranya merupakan simpatisan OPM Kodap VIII/Intan Jaya. Sementara satu orang lainnya disebut merupakan anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.


Peristiwa pertama berlangsung pada Minggu, 6 September 2026, di Titik J2 Satgas Yonif 744/SYB, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Lima simpatisan OPM berinisial JJ, PB, RS, NS, dan MS secara resmi menyatakan kembali menjadi bagian dari NKRI.


Kelima orang tersebut memiliki latar belakang yang beragam. Mereka disebut berasal dari kalangan pelajar, pengemudi ojek hingga pekerja mandiri. Sebelum menyampaikan ikrar, mereka menjalani proses komunikasi dan dialog secara persuasif dengan unsur Satgas Koops TNI Habema.


Pendekatan dialog tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan teritorial yang dikedepankan TNI. Tujuannya tidak hanya menyangkut aspek keamanan, tetapi juga mendorong masyarakat yang sebelumnya terpengaruh kelompok bersenjata untuk kembali menjalani kehidupan bersama masyarakat.


Sehari kemudian, Senin, 7 September 2026, langkah serupa terjadi di Kabupaten Puncak. Seorang pemuda bernama Erison Murib alias Buton Murib, 22 tahun, menyatakan ikrar setia kepada NKRI di Lapangan Koramil 1717-03/Beoga.


Erison disebut merupakan anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga yang dipimpin Arodi Kulla. Ia juga disebut memiliki peran sebagai penyuplai logistik kelompok bersenjata serta pernah terindikasi terlibat dalam kerusuhan Julukoma pada 2019.


Prosesi ikrar tersebut berlangsung dengan suasana penuh keakraban. Kegiatan dihadiri unsur Satgas, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama serta masyarakat setempat.


Dalam prosesi tersebut, para peserta mengenakan pakaian batik sebagai simbol dimulainya kehidupan baru. Mereka kemudian menandatangani surat ikrar kesetiaan, mencium Bendera Merah Putih dan mengikuti doa bersama.


Keluarga Erison juga menyampaikan apresiasi terhadap pendekatan yang dilakukan aparat. Mereka berharap Erison dapat memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, termasuk keinginannya mengikuti pendidikan di Sekolah Alkitab.


Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyampaikan apresiasi kepada mereka yang berani mengambil keputusan untuk meninggalkan konflik dan memilih jalan damai.


Menurutnya, TNI membuka ruang persaudaraan bagi siapa saja yang ingin meninggalkan kelompok bersenjata dan kembali hidup bersama masyarakat. Pendekatan komunikasi sosial juga akan terus dilakukan untuk mendukung proses pemulihan sosial mereka.


Langkah tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan keamanan di Papua tidak hanya dilakukan melalui pendekatan militer. Dialog, pembinaan masyarakat dan keterlibatan tokoh lokal juga menjadi bagian dari upaya menciptakan kondisi yang lebih aman dan kondusif.


TNI juga mengajak pihak-pihak yang masih berada dalam kelompok bersenjata untuk mempertimbangkan jalan damai dan kembali bergabung dengan masyarakat. Harapannya, masyarakat Papua dapat bersama-sama membangun wilayahnya tanpa terus dibayangi konflik.


Hingga laporan tersebut diterbitkan, kondisi di wilayah Distrik Sugapa dan Distrik Beoga disebut dalam keadaan aman dan kondusif.


#GP | DF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS