Dua Tahun Terputus, Jembatan Aia Tajun Panyalaian Akhirnya Dibangun - Go Parlement | Portal Berita

Dua Tahun Terputus, Jembatan Aia Tajun Panyalaian Akhirnya Dibangun

Rabu, September 09, 2026

 


Tanah Datar(SUMBAR).GP— Setelah lebih dari dua tahun terputus akibat bencana, harapan masyarakat Jorong Kubu Diateh, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, untuk kembali memiliki akses penghubung yang layak akhirnya mulai terwujud.


Pembangunan kembali Jembatan Aia Tajun resmi dimulai tahun ini. Infrastruktur yang sebelumnya putus total akibat banjir bandang dan bencana banjir lahar dingin pada April 2024 itu kini memasuki tahap pembangunan kembali.


Bagi warga, dimulainya proyek tersebut bukan sekadar kabar tentang pembangunan fisik. Ada akses kehidupan yang hendak dikembalikan—mobilitas warga, aktivitas ekonomi, hingga konektivitas masyarakat yang selama ini ikut terdampak akibat putusnya jembatan.


Wali Nagari Panyalaian, Dedi Sutani Dt. Rangkai Putiah, menyambut dimulainya pembangunan tersebut dengan rasa syukur. Ia menyebut pembangunan Jembatan Aia Tajun merupakan bagian penting dari pemulihan infrastruktur pascabencana sekaligus jawaban atas penantian masyarakat.


“Atas nama Pemerintah Nagari Panyalaian, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Tanah Datar Bapak Eka Putra, S.E., M.M., Wakil Bupati Tanah Datar Bapak Ahmad Fadly, S.Psi., Dinas PUPR Kabupaten Tanah Datar, serta seluruh dinas dan pihak terkait yang telah memberikan perhatian dan dukungan sehingga pembangunan Jembatan Aia Tajun ini dapat terlaksana pada tahun ini,” ujar Dedi.


Dua Tahun Menunggu Akses Kembali


Putusnya Jembatan Aia Tajun pada April 2024 meninggalkan persoalan panjang bagi masyarakat. Banjir bandang yang dipicu hujan deras serta bencana banjir lahar dingin menyebabkan jembatan mengalami kerusakan berat hingga akhirnya putus total.


Sejak saat itu, masyarakat harus menghadapi terganggunya akses dan mobilitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.


Karena itu, pembangunan kembali jembatan menjadi salah satu kebutuhan yang terus dinantikan masyarakat.


“Jembatan ini merupakan akses penting bagi masyarakat. Setelah mengalami kerusakan berat dan putus total akibat bencana pada April 2024, masyarakat sangat berharap agar jembatan ini dapat segera dibangun kembali. Alhamdulillah, harapan tersebut kini mulai terwujud,” kata Dedi.


Menurutnya, kehadiran kembali jembatan tersebut diharapkan mampu mengembalikan konektivitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas warga di Jorong Kubu Diateh dan kawasan sekitarnya.


Rp3,66 Miliar untuk Membangun Kembali Jembatan


Pembangunan Jembatan Aia Tajun dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPR).


Proyek tersebut merupakan bagian dari TKD Paket 2 dan menggunakan sumber dana Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Tanah Datar Tahun Anggaran 2026.


Nilai kontraknya mencapai Rp3.662.999.000, dengan masa pelaksanaan selama 121 hari kalender.


Dalam pelaksanaannya, CV Hesti Karya dipercaya sebagai kontraktor pelaksana. Sementara PT Raissa Gemilang bertindak sebagai pengawas dan PT Afiza Billimko Konsultan sebagai perencana.


Bagi Pemerintah Nagari Panyalaian, proyek tersebut memiliki arti strategis karena menyangkut langsung kepentingan masyarakat yang terdampak bencana.


Dedi berharap pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar menghasilkan infrastruktur yang kuat, aman, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.


“Kami berharap pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lancar, tepat waktu dan sesuai dengan kualitas serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Yang paling penting, nantinya jembatan ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tuturnya.


Menghidupkan Kembali Aktivitas Warga


Dedi menegaskan, Jembatan Aia Tajun memiliki fungsi yang jauh lebih besar daripada sekadar konstruksi penghubung antarkawasan.


Keberadaan jembatan berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi warga. Ketika akses terputus, berbagai aktivitas masyarakat ikut terdampak.


Karena itu, pembangunan kembali jembatan diharapkan menjadi titik balik bagi masyarakat Jorong Kubu Diateh.


“Pemerintah Nagari bersama masyarakat sangat bersyukur. Ini bukan hanya soal berdirinya sebuah jembatan, tetapi bagaimana akses masyarakat kembali terbuka dan aktivitas warga bisa berjalan lebih baik,” ujar Dedi.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendorong terealisasinya pembangunan tersebut.


Menurut Dedi, pemulihan infrastruktur pascabencana membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah nagari dan masyarakat. Pembangunan Jembatan Aia Tajun menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut.


Kini, setelah lebih dari dua tahun terputus, Jembatan Aia Tajun kembali dibangun.


Bagi masyarakat Jorong Kubu Diateh, dimulainya pembangunan itu bukan hanya tentang beton, konstruksi, dan angka miliaran rupiah. Lebih dari itu, ada akses yang hendak disambungkan kembali, aktivitas warga yang ingin dipulihkan, serta harapan masyarakat yang selama ini tertahan oleh bencana.


Pemerintah Nagari Panyalaian berharap pekerjaan dapat rampung sesuai target sehingga jembatan tersebut segera kembali menjalankan fungsinya sebagai penghubung sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.


#GP | Sumber: Forum Anak Nagari Panyalaian | Ppnb | Red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS