Bukan El Nino yang Menyalakan Api, Pakar Bongkar Pemicu Utama Karhutla di Indonesia - Go Parlement | Portal Berita

Bukan El Nino yang Menyalakan Api, Pakar Bongkar Pemicu Utama Karhutla di Indonesia

Senin, September 07, 2026

 



Jakarta(DKI). GP– Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang melanda sejumlah wilayah Indonesia kembali menjadi sorotan. Fenomena El Niño selama ini kerap disebut sebagai salah satu penyebab kebakaran, tetapi pakar mengungkap fakta berbeda.


Pakar kebijakan lingkungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rijal Ramdani, mengatakan El Niño bukanlah sumber api yang secara langsung menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Fenomena iklim tersebut lebih berperan menciptakan kondisi lingkungan yang kering sehingga lahan menjadi lebih mudah terbakar.


Menurut Rijal, api tetap membutuhkan sumber penyulut. Dalam banyak kasus karhutla, sumber api justru berkaitan dengan aktivitas manusia, baik yang dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian.


El Niño memang dapat memperpanjang musim kemarau dan mengurangi curah hujan. Kondisi tersebut membuat vegetasi, ilalang, hingga lahan gambut kehilangan kelembapan dan menjadi jauh lebih mudah terbakar.


Masalah menjadi semakin serius ketika kondisi kering tersebut bertemu dengan angin kencang. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan menjalar ke area lain sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.


Rijal mencontohkan pembukaan lahan dengan cara membakar sebagai salah satu sumber api yang perlu mendapat perhatian serius. Metode tersebut dapat berubah menjadi bencana ketika dilakukan pada saat kondisi lahan sangat kering.


Selain pembukaan lahan, sejumlah aktivitas masyarakat juga berpotensi memicu kebakaran. Di antaranya penggunaan api di kawasan hutan, api yang tidak dipadamkan dengan sempurna, penggunaan asap saat mencari madu hutan, hingga membuang puntung rokok sembarangan.


Risiko tersebut semakin tinggi di kawasan gambut. Ketika gambut kehilangan kandungan air akibat kondisi kering berkepanjangan, material organik di dalamnya dapat terbakar. Api bahkan dapat merambat di bawah permukaan sehingga sulit dideteksi dan dipadamkan.


Karena itu, menyebut El Niño sebagai satu-satunya penyebab karhutla dinilai tidak tepat. Fenomena tersebut lebih tepat disebut sebagai faktor yang memperbesar kerentanan lingkungan terhadap kebakaran.


Data dan peringatan BMKG juga menunjukkan bahwa kondisi cuaca menjadi faktor penting dalam meningkatkan potensi karhutla. Periode kritis kebakaran diperkirakan berlangsung hingga September, ketika sebagian wilayah Indonesia masih mengalami kondisi kering.


Di sisi lain, pemerintah menghadapi tantangan besar untuk mengendalikan karhutla yang terjadi secara berulang. Menteri Kehutanan menyebut aktivitas manusia menjadi penyebab utama kerusakan akibat kebakaran, sementara El Niño memperparah kondisi dengan membuat cuaca lebih panas dan kering.


Karena itu, strategi penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman setelah api membesar. Upaya pencegahan harus dilakukan sejak sumber api belum muncul.


Pencegahan dapat dilakukan melalui edukasi masyarakat, patroli di kawasan rawan, pemantauan titik panas, deteksi dini, serta menjaga kelembapan lahan gambut. Langkah tersebut dinilai lebih efektif untuk mencegah kebakaran meluas.


Pengawasan juga perlu diperkuat di wilayah yang memiliki riwayat kebakaran berulang. Pemerintah bersama masyarakat dan dunia usaha perlu mengetahui lokasi yang paling rentan agar langkah antisipasi dapat dilakukan sebelum memasuki puncak risiko karhutla.


Dengan demikian, El Niño seharusnya tidak dijadikan kambing hitam tunggal atas kebakaran hutan dan lahan. Kondisi iklim memang dapat memperbesar risiko, tetapi keberadaan sumber api tetap menjadi faktor penting dalam memulai terjadinya kebakaran.


Karhutla 2026 menjadi pengingat bahwa pencegahan harus menjadi prioritas. Jika sumber api dapat dikendalikan sejak awal, dampak kebakaran terhadap hutan, lahan gambut, kualitas udara, kesehatan masyarakat, hingga perekonomian dapat ditekan.


#GP | DF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS