Bukittinggi (SUMBAR),
GP - Prestasi
membanggakan kembali ditorehkan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar di tingkat
Provinsi Sumatera Barat. Tanah Datar dinobatkan sebagai pemerintah daerah
tercepat dalam penyelesaian penyaluran Dana Desa untuk Tahun Anggaran 2026.
Penghargaan bergengsi
tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
(PDRD) Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Lydia Kurniawan
Cristyana, kepada Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly. Penyerahan berlangsung
di Monopoli Hotel Bukittinggi, Kamis (13/8/2026).
Momentum penyerahan
penghargaan ini dilakukan selepas pelaksanaan Forum Discussion Group (FGD) yang
mengangkat tema Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Transfer ke
Daerah (TKD). FGD tersebut mempertemukan jajaran KPPN Bukittinggi dengan
sejumlah daerah mitra kerjanya.
Usai menerima
penghargaan, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyampaikan rasa syukur dan
terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan
penyaluran Dana Desa tepat waktu hingga ke tingkat nagari.
"Tentunya capaian
dan penghargaan ini berkat kerja keras OPD terkait bersama seluruh Wali Nagari
se-Kabupaten Tanah Datar. Karena itu saya yang juga mewakili Pak Bupati
menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungannya," katanya
Ia menegaskan bahwa
penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan menjadi pemicu semangat bagi
pemerintah daerah dan OPD terkait untuk terus meningkatkan kinerja, terutama
dalam tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel.
"Tentunya,
capaian ini bukanlah akhir, namun menjadi sebuah momentum yang harus
dipertahankan dan ditingkatkan untuk masa datang. Dan kepada KPPN atas nama
pemerintah daerah kami juga menyampaikan terima kasih," ujarnya.
Di kesempatan yang
sama, Wabup juga menyampaikan gambaran suasana FGD yang berlangsung hangat,
penuh keakraban dan dialog terbuka antara jajaran KPPN dengan perwakilan
pemerintah daerah yang hadir sebagai mitra kerja KPPN Bukittinggi.
"FGD berjalan
hangat penuh keakraban antara jajaran KPPN dengan beberapa daerah yang menjadi
mitra kerja KPPN Bukittinggi. Saran, kritikan dan masukan dari kita didengar
dan dijawab, terutama tentang PAD dan TKD," ungkapnya.
Lebih jauh, Wabup
Fadly menyoroti isu efisiensi atau pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) yang
dinilainya akan sangat memberatkan bagi daerah, karena akan berdampak langsung
terhadap pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan.
Apalagi, kata dia,
Kabupaten Tanah Datar dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan berat
akibat bencana alam yang melanda beberapa wilayah, sehingga membutuhkan
anggaran besar untuk pemulihan dan rehabilitasi infrastruktur.
"Apalagi
Kabupaten Tanah Datar, beberapa tahun terakhir beberapa wilayahnya mengalami
bencana, tentunya kita berharap TKD akan kembali seperti semula atau kalau bisa
ditambah untuk pembangunan dan rehabilitasi sarana yang rusak," jelasnya.
Ia berharap aspirasi
yang telah disampaikan dalam forum FGD tersebut dapat didengar dan dikabulkan
oleh pemerintah pusat, sehingga pembangunan di Tanah Datar tidak terhambat dan
pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
"Dalam FGD tadi sudah kami sampaikan, semoga bisa dikabulkan," pungkasnya menutup
pernyataan.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar