Jakarta(DKI). GP – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan tanggapan terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto terkait arah pembangunan dan target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027.
SBY menilai sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen yang dipatok pemerintah tergolong cukup tinggi. Meski demikian, ia melihat target tersebut sebagai harapan besar yang layak diperjuangkan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tanggapan tersebut disampaikan SBY melalui keterangan video yang dirilis pada Minggu (16/8/2026). Saat ini SBY berada di Rochester, Amerika Serikat, sehingga tidak dapat menghadiri pidato kenegaraan Prabowo di kompleks parlemen pada Jumat (14/8/2026).
SBY mengatakan dirinya telah mengikuti isi pidato Prabowo melalui informasi yang disampaikan sejumlah pihak di Indonesia. Dari pidato tersebut, ia melihat arah kebijakan pembangunan pemerintah untuk 2027 semakin jelas.
Menurut SBY, blueprint dan agenda pembangunan yang disiapkan pemerintah memberikan harapan baru bagi masyarakat. Ia berharap kebijakan tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Target pertumbuhan ekonomi 6 persen menjadi salah satu perhatian SBY. Ia menilai angka tersebut memang bukan target yang ringan, tetapi tetap memiliki peluang untuk diwujudkan apabila pemerintah mampu menjalankan berbagai program secara konsisten.
SBY juga menyampaikan harapan agar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi nantinya tidak hanya tercermin dalam angka statistik. Pertumbuhan tersebut harus memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, termasuk melalui peningkatan lapangan kerja dan kesejahteraan.
Selain ekonomi, SBY menaruh perhatian pada sektor pendidikan. Ia berharap pembangunan nasional ke depan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan sehingga masyarakat memiliki sumber daya manusia yang semakin baik.
Pandangan SBY tersebut disampaikan setelah Prabowo menyampaikan keterangan pemerintah mengenai RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan di hadapan DPR RI. Pemerintah menempatkan pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu fondasi penting dalam menjalankan agenda pembangunan tahun depan.
SBY juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Tanah Air. Ia berada di Amerika Serikat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada akhir Agustus.
Meski tidak berada di Indonesia, SBY tetap mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah. Ia berharap target-target pembangunan yang disampaikan dalam pidato kenegaraan dapat diwujudkan dengan kerja keras dan kebijakan yang tepat.
Bagi SBY, target ekonomi 6 persen memang cukup tinggi, tetapi bukan berarti mustahil dicapai. Ia melihat target tersebut sebagai sebuah great hope atau harapan besar bagi masa depan Indonesia.
Karena itu, pencapaian target pertumbuhan ekonomi 6 persen akan sangat bergantung pada pelaksanaan program pemerintah, kondisi ekonomi global, investasi, konsumsi masyarakat, serta kemampuan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
SBY berharap optimisme pemerintah tersebut dapat diikuti dengan langkah konkret yang mampu dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya menjadi angka dalam APBN, tetapi juga menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan rakyat.
#GP | DF






Tidak ada komentar:
Posting Komentar