Mahasiswa UNP Jalani KKN di Sijunjung, Maisha Nur Zahira Padukan Dunia Pendidikan dan Jurnalistik - Go Parlement | Portal Berita

Mahasiswa UNP Jalani KKN di Sijunjung, Maisha Nur Zahira Padukan Dunia Pendidikan dan Jurnalistik

Kamis, Juli 23, 2026


Sujunjung(SUMBAR).GP– Maisha Nur Zahira, mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Padang (UNP), tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kampung Baru, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung.
Program KKN tersebut berlangsung selama satu bulan, mulai 6 Juli hingga 6 Agustus 2026.

Mahasiswa kelahiran Pekanbaru, 19 Desember 2005 itu mengaku memiliki ketertarikan besar pada dunia jurnalistik, khususnya pemberitaan di bidang pendidikan dan disabilitas. Minat tersebut tumbuh karena lingkungan keluarga yang dekat dengan profesi wartawan.

"Ayah saya sudah lama menjadi jurnalis. Dari beliau saya banyak belajar tentang dunia pemberitaan. Bisa dibilang, darah jurnalis itu juga mengalir dalam diri saya," kata Maisha saat ditemui di Desa Kampung Baru, Rabu (22/7), di sela menghadiri rapat panitia pengukuhan Gebu Minang Kabupaten Sijunjung.

Ayah Maisha telah meniti karier jurnalistik sejak masa kuliah. Ia pernah bekerja di Graha Pena Riau Pos, kemudian menjadi jurnalis di Riau Televisi (RTV) pada periode 2012–2020, dan hingga kini aktif di RiauRayaTV.

Ketertarikan Maisha terhadap dunia jurnalistik sudah terlihat sejak bangku sekolah. Saat menempuh pendidikan di MTsN 1 Pekanbaru, ia bergabung dalam klub jurnalis muda. Di SMAN 1 Pekanbaru, ia kembali aktif di organisasi jurnalistik sekolah.

Memasuki masa kuliah di UNP, Maisha semakin mengembangkan kemampuannya dengan menjalani magang di RiauRayaTV sebagai reporter dan penulis berita. Ia juga menjadi kontributor pada portal RuangDisabilitas.com yang berkolaborasi dengan Dewan Pendidikan Riau, serta aktif menulis di portal SuratKabarGenta.id.

Selama mengikuti KKN di Desa Kampung Baru, Maisha mengaku memperoleh pengalaman yang berkesan, terutama karena sambutan hangat dari pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Menurutnya, sejak sebelum KKN dimulai, Kepala Desa beserta perangkat desa telah membuka komunikasi dengan mahasiswa melalui grup percakapan.

Saat survei lapangan, mereka juga diajak mengenal berbagai potensi desa, termasuk kawasan Bukik Ponggang, sebagai bekal penyusunan program kerja.

"Sejak hari pertama kami datang, kami benar-benar merasa diterima. Kami diberikan tempat tinggal yang nyaman, dibimbing dalam menjalankan program, dan selalu mendapat dukungan dari perangkat desa maupun masyarakat," ujarnya.

Ia menilai kekompakan warga menjadi salah satu pengalaman paling berharga selama menjalani KKN. Masyarakat, mulai dari tokoh desa, pemuda hingga anak-anak, ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa.

"Selama hampir tiga minggu di sini, kami tidak hanya belajar menjalankan program kerja, tetapi juga belajar tentang kebersamaan, semangat gotong royong, serta bagaimana masyarakat tetap menjaga adat, budaya, dan nilai kekeluargaan," kata Maisha.

#GP | Herman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS