Padang Panjang(SUMBAR).GP– Ketua Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang Panjang, Rifnaldi, secara resmi membubarkan panitia pelaksana rangkaian kegiatan FGD I, FGD II, dan Seminar Internasional Refleksi Satu Abad Gempa Padang Panjang, dalam rapat evaluasi yang digelar, Senin (6/7/2026).
Pembubaran panitia dilakukan setelah Ketua Panitia Munafri, Sekretaris Eko Susilo, dan Bendahara Hermayanti menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan di hadapan Ketua PJKIP beserta anggota yang hadir. Laporan tersebut memuat seluruh tahapan kegiatan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi akhir.
Ketua Panitia Munafri menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik, aman, dan lancar berkat kerja sama seluruh panitia serta dukungan berbagai pihak.
"Alhamdulillah, rangkaian kegiatan mulai dari FGD I, FGD II hingga Seminar Internasional Refleksi Satu Abad Gempa Padang Panjang telah selesai kita laksanakan dengan baik. Terima kasih atas kerja keras seluruh rekan-rekan PJKIP sehingga seluruh agenda dapat berjalan sukses dan lancar," ujar Munafri.
Pada kesempatan itu, Munafri mewakili panitia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses penyelenggaraan kegiatan terdapat kekurangan maupun hal-hal yang kurang berkenan.
"Atas nama panitia, kami memohon maaf apabila selama proses pelaksanaan kegiatan terdapat tutur kata maupun sikap yang kurang berkenan. Semua yang kami lakukan semata-mata demi menyukseskan kegiatan ini," katanya.
Menanggapi laporan tersebut, Ketua PJKIP Padang Panjang, Rifnaldi, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia yang telah bekerja secara sukarela, penuh dedikasi, dan mampu menyelenggarakan kegiatan berskala nasional hingga internasional dengan baik.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan seminar dan forum diskusi tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi, kekompakan, dan semangat kebersamaan mampu menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran terhadap mitigasi bencana serta pelestarian sejarah gempa besar yang pernah melanda Padang Panjang.
"Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sejak tahap persiapan hingga kegiatan selesai. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama yang patut kita syukuri," ujar Rifnaldi.
Ia juga menginstruksikan kepada panitia untuk segera menuntaskan administrasi pascakegiatan, termasuk menyiapkan piagam penghargaan dan surat ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
"Saya minta seluruh administrasi segera diselesaikan. Siapkan piagam penghargaan dan surat ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang Panjang, para narasumber, moderator, sponsor, donatur, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Dukungan mereka merupakan bagian penting dari keberhasilan acara yang kita laksanakan," tegasnya.
Usai penyampaian laporan dan arahan, Rifnaldi secara resmi membubarkan panitia pelaksana Refleksi Satu Abad Gempa Padang Panjang. Dengan pembubaran tersebut, seluruh tugas kepanitiaan dinyatakan telah selesai.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari itu, jajaran pengurus dan anggota PJKIP melaksanakan takziah ke rumah keluarga wartawan PWI, Syafrianto, yang akrab disapa Yan Bayok, untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya adik kandungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rifnaldi menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Kami keluarga besar PJKIP turut berduka cita atas berpulangnya almarhumah. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya, menerima seluruh amal ibadahnya, menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan dan keikhlasan kepada keluarga yang ditinggalkan," ucap Rifnaldi yang akrab disapa Pak Ce.
#GP | ***







Tidak ada komentar:
Posting Komentar