Padang Panjang(SUMBAR).GP— Menindaklanjuti hasil kunjungan pada Hari Pakan Pasar Padang Panjang, Jumat (5/6), Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis bersama Wakil Wali Kota Allex Saputra bergerak cepat melakukan dialog langsung dengan para pedagang pada malam harinya.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kawasan Pasar Pusat tersebut, Hendri dan Allex didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Koperindag) Idra Gusnadi serta Inspektur Ferino Romiko.
Turut hadir Wakil Ketua DPRD Padang Panjang Mardiansyah, S.Kom yang juga Ketua DPD PAN Padang Panjang, Ketua Komisi III DPRD Mahdelmi dari Partai Golkar, serta Sekretaris Komisi II DPRD Ridwansyah.
Dialog tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Padang Panjang untuk memastikan program penataan Pasar Pusat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus mewujudkan pasar yang tertib, nyaman, dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam kesempatan itu, para pedagang menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kenyamanan berjualan, penataan lokasi usaha, hingga upaya meningkatkan jumlah pengunjung pasar.
Aspirasi tersebut langsung ditanggapi oleh Wali Kota Hendri Arnis yang menegaskan bahwa penataan pasar akan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan asas keadilan bagi seluruh pedagang.
Menurut Hendri, salah satu langkah yang sedang dipersiapkan pemerintah adalah mengoptimalkan pemanfaatan kios dan toko yang masih kosong di dalam bangunan pasar.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib, memperlancar mobilitas pengunjung, sekaligus menghidupkan aktivitas perdagangan di seluruh area pasar.
Saat melakukan peninjauan sebelumnya, Hendri menemukan masih terdapat sejumlah kios dan toko yang berada di lokasi strategis namun tidak dimanfaatkan untuk aktivitas perdagangan. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang mengurangi geliat ekonomi di Pasar Pusat.
“Pedagang yang benar-benar ingin berusaha dan aktif berjualan harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk menempati lokasi yang potensial. Sementara toko atau kios yang terus-menerus tutup tentu perlu dievaluasi agar tidak menghambat aktivitas perdagangan dan perkembangan pasar,” tegas Hendri.
Ia menambahkan, penataan pasar bukan hanya soal relokasi atau penempatan pedagang, tetapi juga menyangkut optimalisasi seluruh fasilitas yang telah dibangun pemerintah.
Keberadaan kios dan toko yang aktif beroperasi diyakini akan menciptakan suasana pasar yang lebih hidup, meningkatkan daya tarik pengunjung, serta memperkuat perputaran ekonomi masyarakat.
Lebih jauh, Hendri menegaskan bahwa revitalisasi fungsi Pasar Pusat merupakan bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Pasar yang bersih, aman, tertata, dan ramai aktivitas perdagangan akan memberikan manfaat langsung bagi pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen.
“Pasar adalah urat nadi ekonomi masyarakat. Karena itu, seluruh potensi yang ada harus dimanfaatkan secara maksimal agar Pasar Pusat Padang Panjang benar-benar menjadi pusat perdagangan yang hidup, nyaman, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Padang Panjang Mardiansyah menyatakan dukungannya terhadap langkah penataan yang dilakukan Pemerintah Kota.
Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan aktivitas perdagangan sekaligus menarik lebih banyak pengunjung ke pasar.
“Bagaimana pengunjung mau masuk dan berbelanja jika kios-kios yang telah disediakan tidak dibuka, bahkan pada hari pakan sekalipun. Sementara masih ada pedagang yang berjualan di area fasilitas umum yang kurang tertata. Tentu kondisi ini perlu dibenahi bersama,” katanya.
Mardiansyah juga mengajak para pedagang untuk memanfaatkan kios dan toko yang masih tersedia di dalam bangunan pasar demi menciptakan suasana perdagangan yang lebih hidup dan terpusat.
“Mari kita bersama-sama meramaikan pasar ini dengan mengisi kios dan toko yang masih kosong. Ketika pengunjung masuk, mereka dapat langsung melihat berbagai aktivitas perdagangan dan kebutuhan yang dicari tersedia di dalam pasar, bukan justru mendapati banyak kios yang tertutup,” ajaknya.
Ajakan tersebut mendapat dukungan dari Mahdelmi dan Ridwansyah yang menilai penataan pasar harus menjadi tanggung jawab bersama demi terwujudnya Pasar Pusat Padang Panjang yang lebih tertib, ramai, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
#GP | Ce






Tidak ada komentar:
Posting Komentar