Padang(SUMBAR).GP– Upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, profesional, dan berintegritas terus digencarkan di Lapas Kelas IIA Padang.
Memasuki bulan pertama kepemimpinannya, Kepala Lapas Kelas IIA Padang, Ronado Davinci, menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh melalui penertiban yang konsisten dan transparan, khususnya dalam memberantas praktik Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba).
Langkah yang dilakukan jajaran Lapas Kelas IIA Padang tersebut dinilai sebagai bagian dari transformasi kelembagaan menuju institusi pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran hukum.
Komitmen pemberantasan Halinar bukan hanya sekadar slogan atau kegiatan seremonial, melainkan menjadi agenda prioritas yang diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap fungsi lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan warga binaan.
Menurut Ronado, perubahan harus dimulai dari internal lembaga. Seluruh petugas diingatkan agar tidak terlibat, apalagi menjadi pelindung atau fasilitator bagi masuknya barang-barang terlarang ke dalam lapas.
"Kami ingin membangun sistem yang transparan dan akuntabel. Transformasi ini tidak akan berjalan kalau petugasnya sendiri masih goyah. Saya tegaskan, tidak ada tempat bagi Halinar di sini, dan tidak ada kompromi bagi siapa pun, baik warga binaan maupun petugas, yang nekat melanggar aturan," tegas Ronado.
Ia menegaskan bahwa integritas petugas menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib. Karena itu, pengawasan internal akan terus diperkuat guna memastikan seluruh jajaran bekerja sesuai dengan aturan dan standar operasional yang berlaku.
Selain melakukan pengawasan terhadap warga binaan, pihak lapas juga berkomitmen meningkatkan disiplin dan profesionalisme aparatur.
Langkah tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari praktik penyimpangan.
Upaya penertiban yang dilakukan Lapas Kelas IIA Padang juga diharapkan mampu mengikis skeptisisme publik yang selama ini muncul akibat berbagai kasus penyalahgunaan wewenang maupun peredaran barang terlarang di sejumlah lembaga pemasyarakatan di Indonesia.
Dengan komitmen yang kuat dari pimpinan dan dukungan seluruh jajaran, Lapas Kelas IIA Padang bertekad menjadikan momentum awal kepemimpinan baru ini sebagai titik balik reformasi internal.
Tujuannya tidak hanya menciptakan lapas yang aman dan tertib, tetapi juga memastikan fungsi pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan secara optimal sesuai dengan tujuan sistem pemasyarakatan nasional.
#GP | Ce | Red






Tidak ada komentar:
Posting Komentar