Padang Panjang(SUMBAR).GP— Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Padang Panjang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi guna meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menyaring, memahami, dan memanfaatkan informasi secara bijak di era digital.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Padang Panjang Timur, Selasa (9/6/2026), diikuti pegiat literasi, pustakawan, guru, pengelola taman bacaan masyarakat (TBM), serta Bunda Literasi kelurahan.
Bimtek tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Bunda Literasi Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri Arnis, tokoh literasi Sumatera Barat Yusrizal KW, dan akademisi yang memiliki kompetensi di bidang literasi serta pendidikan.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Wita Desi Susanti, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa literasi menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, derasnya arus informasi saat ini menuntut masyarakat memiliki kemampuan untuk mengakses, memahami, dan memilah informasi secara tepat.
“Literasi merupakan kebutuhan bersama di tengah derasnya arus informasi. Dengan kemampuan literasi yang baik, masyarakat akan lebih cerdas dalam memahami informasi, mengambil keputusan, dan memanfaatkan berbagai peluang untuk meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya.
Sementara itu, Bunda Literasi Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri Arnis, menjelaskan bahwa literasi informasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan mengenali kebutuhan informasi, mencari sumber yang kredibel, mengevaluasi kebenaran informasi, hingga menggunakannya secara bertanggung jawab.
Menurutnya, keterampilan tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital yang menghadirkan informasi dalam jumlah besar dan sangat cepat.
“Literasi informasi adalah kemampuan yang harus dimiliki setiap orang agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Dengan literasi yang baik, masyarakat dapat lebih kritis, selektif, dan bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadi motor penggerak budaya literasi di lingkungan masing-masing melalui kegiatan yang mendorong minat baca, pembelajaran sepanjang hayat, serta pemanfaatan informasi secara positif.
Sementara itu, Kepala DPK Kota Padang Panjang, Januardi, mengatakan Bimtek Literasi Informasi tahun ini diikuti sebanyak 200 peserta yang dibagi dalam empat sesi. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari pegiat literasi, pengelola perpustakaan, pengelola TBM, Bunda Literasi kelurahan hingga guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tingkat SMP dan SMA.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat kapasitas para penggerak literasi agar mampu mengedukasi masyarakat dalam menghadapi tantangan informasi di era digital.
“Melalui kegiatan ini kami berharap semakin banyak agen literasi yang mampu mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan informasi secara cerdas, sehingga budaya literasi di Kota Padang Panjang terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
#GP | Ce






Tidak ada komentar:
Posting Komentar