TRAGEDI LONGSOR PETI SIJUNJUNG: 9 ORANG TEWAS MESKI SUDAH DIPERINGATKAN - Go Parlement | Portal Berita

TRAGEDI LONGSOR PETI SIJUNJUNG: 9 ORANG TEWAS MESKI SUDAH DIPERINGATKAN

Sabtu, Mei 16, 2026


Padang(SUMBAR).GP– Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Nagari Guguak, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, kembali memakan korban jiwa. Sebanyak 9 orang meninggal dunia tertimbun longsoran tanah, Kamis (14/5/2026) siang, padahal pihak nagari sudah berulang kali memperingatkan agar berhenti beroperasi karena cuaca buruk dan debit sungai meningkat drastis .

 

Tragedi nahas ini terjadi sekitar pukul 12.00–12.30 WIB di Kampung Sintuk, Jorong Koto Guguak, saat para pekerja sedang menambang dengan sistem dompeng di bawah tebing dekat pertemuan tiga sungai besar: Batang Kuantan, Batang Ombilin, dan Batang Sinamar. Hujan deras berhari-hari membuat tanah menjadi sangat labil, lalu runtuh tiba-tiba menimpa mereka yang sedang bekerja .

 

Sudah Diingatkan Berulang Kali

Wali Nagari Guguak, Zainal, menegaskan peringatan sudah disampaikan berkali-kali, bahkan pagi hari kejadian pun diulangi lagi secara langsung.

 

“Kami sudah mengingatkan agar aktivitas dihentikan dulu karena cuaca tidak memungkinkan. Tadi pagi juga saya sampaikan langsung, tapi sayang tidak diindahkan,” ungkapnya seperti dikutip Harian Singgalang & Posmetro Padang.

 

Lokasi ini memang dikenal sangat berisiko longsor karena berada di titik pertemuan sungai besar; saat air meluap, struktur tanah di tebing menjadi rapuh dan mudah runtuh.

 

Evakuasi Berat Selama 6 Jam

Setelah kejadian, warga bersama aparat gabungan mulai mengevakuasi korban mulai pukul 13.00 WIB sehabis salat Dzuhur hingga selesai sekitar pukul 18.15 WIB dengan bantuan alat berat.

 

“Evakuasi dimulai setelah Dzuhur dan selesai sekitar jam 6.15 sore,” jelas Zainal kepada Harian Haluan.

 

Dari 12 orang yang sedang bekerja, 3 orang berhasil selamat karena berada di luar titik longsor, sedangkan 9 lainnya ditemukan meninggal dunia  . Seluruh jenazah dibawa ke Puskesmas Tanjung Ampalu sebelum diserahkan ke keluarga.

 

Daftar Korban Meninggal:

 

1. Ujang Kandar (40) – Warga Jorong Padang Lalang

2. Haris (23) – Warga Jorong Koto Guguak

3. Atan (20) – Warga Jorong Koto Guguak

4. Baim (17) – Warga Jorong Koto Guguak

5. Acai (43) – Warga Jorong Padang Lalang

6. Ditol (40) – Warga Nagari Tanjung

7. Madi (24) – Warga Nagari Padang Laweh

8. Diok (22) – Warga Jorong Padang Lalang

9. Satu korban lain masih didata

 

Jelaskan Batas Wilayah

Sementara itu, Wali Nagari Padang Laweh, Jouharuddin, menjelaskan lokasi longsor masuk wilayah Nagari Guguak, meski aksesnya melewati wilayahnya. Ia baru tahu kejadian pukul 13.30 WIB saat berada di Padang, lalu segera mengerahkan perangkat nagari membantu evakuasi.

 

“Ada dua orang selamat karena tidak di lokasi longsor, merekalah yang pertama melapor,” katanya kepada Rakyat Sumbar.

 

Saksi mata Iswanto mengatakan hujan berhari-hari membuat tanah sangat rapuh, namun aktivitas tetap berjalan seperti biasa hingga bencana terjadi.

 

Pertanyaan Besar Masyarakat

Tragedi ini kembali membuka kenyataan pahit: PETI masih merajalela di Sijunjung, meski sering menelan korban dan merusak lingkungan. Berdasarkan data Walhi Sumbar, ada 116 titik PETI yang tercatat di wilayah ini.

 

Masyarakat kini menunggu langkah tegas pemerintah dan kepolisian agar aktivitas berbahaya ini benar-benar dihentikan demi keselamatan nyawa warga. Kapolres Sijunjung dan Dinas ESDM pun telah berjanji akan memperketat pengawasan dan menindak tegas pelaku.



#GP | Ce | Sumber Berita: Harian Singgalang, Harian Haluan, Posmetro Padang, Tribun Padang, Antara, Suara Sumbar, Rakyat Sumbar, Kata Sumbar, Media Ciber Sumbar  | Red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS