Padang Panjang(SUMBAR).GP– Setelah sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) pertama bertema “Bersatu dalam Siaga, Tangguh Hadapi Bencana” pekan lalu, Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang Panjang kini mematangkan persiapan FGD ke-II bertajuk “Bulan Mitigasi”.
FGD lanjutan tersebut direncanakan berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026 mendatang dengan menghadirkan perwakilan masjid dan mushalla se-Kota Padang Panjang.
“Insyaallah kegiatan FGD ke-II ini akan menghadirkan perwakilan dari masjid se-Kota Padang Panjang,” ujar Ketua Panitia, Munafri, Selasa (26/5/2026).
Persiapan kegiatan dibahas bersama jajaran Alpha Rescue, pakar geologi Sumatera Barat Ir. Ade Edwar, Kepala BMKG Kelas I Padang Panjang Dr. Suaidi Ahadi, serta Ketua dan Sekretaris PJKIP Kota Padang Panjang, Rifnaldi dan Eko Susilo, dalam rapat yang digelar Sabtu (23/5/2026).
Sekretaris PJKIP, Eko Susilo, mengatakan FGD “Bulan Mitigasi” menjadi langkah penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat dan nilai keagamaan.
“FGD Bulan Mitigasi ini akan kita gelar pada Sabtu, 6 Juni mendatang,” kata Eko.
Dalam rapat tersebut, pakar Geologi Sumatera Barat, Ir. Ade Edwar, menegaskan mitigasi bencana harus dibangun melalui tiga pilar utama, yakni mitigasi struktural, kultural, dan spiritual.
“Kesiapsiagaan tidak cukup hanya lewat pembangunan fisik, tetapi juga harus tumbuh dalam pola pikir dan kebiasaan masyarakat,” ujarnya.
Menurut mantan Kapusdalops Penanggulangan Bencana Sumbar itu, tujuan kegiatan tersebut agar kesiapsiagaan bencana menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan hanya diingat saat terjadi bencana.
Ia juga menilai penamaan “Bulan Mitigasi Padang Panjang” sangat tepat untuk membangun budaya sadar bencana secara berkelanjutan setiap tahun.
Sementara itu, Kepala BMKG Kelas I Padang Panjang, Dr. Suaidi Ahadi, menilai masjid dan mushalla memiliki peran strategis sebagai ujung tombak penyebaran informasi mitigasi bencana di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberadaan pengeras suara masjid serta kedekatan pengurus dengan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menyampaikan informasi kebencanaan secara cepat dan mudah dipahami warga.
“Masjid dan mushalla memiliki peran yang sangat strategis dalam mitigasi bencana. Ketika terjadi potensi bencana atau keadaan darurat, informasi dapat segera disampaikan melalui pengeras suara masjid. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih cepat menerima peringatan dini dan melakukan langkah antisipasi untuk keselamatan bersama,” katanya.
Ketua PJKIP Kota Padang Panjang, Rifnaldi, menegaskan FGD ke-II akan mengangkat tema Peran Masjid dan Mushalla dalam Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana di Kota Padang Panjang.
Menurutnya, masjid dan mushalla bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi, komunikasi, dan penguatan solidaritas masyarakat saat menghadapi bencana.
“Mitigasi bencana bukan hanya tugas pemerintah atau BPBD, tetapi tanggung jawab bersama. Masjid dan mushalla dapat menjadi pusat informasi, evakuasi awal, hingga penguatan mental dan spiritual masyarakat,” tutup Rifnaldi.
#GP | Ce






Tidak ada komentar:
Posting Komentar