Padang Panjang (SUMBAR).GP– Padang Panjang ukir sejarah, jadi Kota pertama gelar Duta GenRe 2026 di Sumbar. Miskipun keterbatasan anggaran, dan juga bukan sekadar acara seremonial. Sabtu (2/5/2026).
Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat, Dra. Mardalina Wati Yulia, menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen Pemerintah Kota Padang Panjang dalam mendukung program pembinaan generasi muda.
“Dengan mengucapkan Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad, pada kesempatan ini izinkan saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Wali Kota beserta seluruh jajaran,” ujarnya.
Ia menegaskan, langkah Kota Padang Panjang menjadi pelopor pelaksanaan Duta GenRe 2026 merupakan terobosan luar biasa, terlebih di tengah tantangan efisiensi dan optimalisasi anggaran daerah.
“Kota Padang Panjang menjadi daerah pertama yang melaksanakan pemilihan Duta GenRe tingkat kota pada tahun 2026. Ini adalah langkah yang luar biasa, apalagi di tengah dinamika dan optimalisasi anggaran yang sedang dihadapi. Namun semangat yang ditunjukkan oleh pemerintah daerah sangat patut diapresiasi,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Mengutip pemikiran Ir. Soekarno, ia menekankan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa.
“Sebagaimana pesan dari Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, bahwa peran pemuda sangat menentukan arah bangsa. Hal ini menegaskan betapa pentingnya generasi muda sebagai pelaku sekaligus penerus pembangunan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa saat ini remaja dihadapkan pada berbagai tantangan serius, mulai dari penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga pernikahan usia dini yang dapat memengaruhi kualitas generasi masa depan.
Untuk itu, melalui Program GenRe (Generasi Berencana), BKKBN mengajak remaja menjadi bagian dari solusi. Program ini menyasar usia 10 hingga 24 tahun yang belum menikah, dengan pendekatan edukasi komprehensif terkait kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan, dan pembentukan karakter.
“Melalui program ini, remaja diberikan edukasi yang komprehensif, khususnya terkait kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan, serta pembentukan karakter agar terhindar dari tiga risiko utama, yakni pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.
Ia berharap, melalui ajang Duta GenRe, akan lahir generasi muda yang sehat, berdaya saing, serta mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa perwakilan Sumatera Barat untuk kategori putri direncanakan akan diwakili oleh Ananda Kuntum, dan mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan penuh agar mampu berprestasi di tingkat nasional.
“Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota, Bapak Ketua DPRD, seluruh OPD terkait, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Pada hari ini, kami juga menyerahkan apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas komitmen yang telah diberikan,” tutupnya.
#GP | Ce






Tidak ada komentar:
Posting Komentar