Poto: Panitia Pelaksana FGD Lakukan Rapat Persiapan.dok GP.
Padang Panjang(SUMBAR).GP– Tepat satu abad lalu, atau 100 tahun silam, goncangan dahsyat mengguncang bumi Padang Panjang dan itu meninggalkan jejak sejarah kelam bagi Kota Padang Panjang.
Menjelang peringatan bersejarah tersebut, Perkumpulan Jurnalis Keterbukan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang Panjang bersama Alpha Rescue bakal menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Rabu 13 Mei 2026 mendatang di Aula BMKG Padang Panjang.
Ketua Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik Padang Panjang, Rifnaldi menegaskan, FGD ini adalah satu pesan utama untuk kita semua. Peringatan ini bukan untuk merayakan, melainkan untuk mengenang, mengevaluasi, dan memastikan kesiapan total menghadapi risiko bencana di masa depan.
Rifnaldi penggagas kegiatan ini menyampaikan, Padang Panjang secara geografis berada di kawasan rawan bencana, baik gempa bumi, gunung api, maupun bahaya lahar dingin dan banjir. Sejarah membuktikan bahwa kekuatan alam tidak bisa dilawan, namun dampaknya bisa diminimalisir dengan persiapan yang matang.
"1 abad berlalu, pertanyaan besarnya. Apakah kita sudah lebih siap dari nenek moyang kita dulu? Apakah bangunan kita lebih kuat? Apakah warga kita lebih paham cara menyelamatkan diri? Ini yang kita bahas dan kita cari solusinya hari ini," ujarnya.
Diskusi mendalam ini membedah secara rinci mulai dari tahap sebelum bencana, saat terjadi, hingga pasca bencana.
Poin utama yang disepakati adalah perlunya penguatan mitigasi bencana di setiap lini pembangunan kota. Mulai dari perencanaan tata ruang yang aman, penguatan struktur bangunan, pemeliharaan jalur evakuasi, hingga sistem peringatan dini yang berfungsi baik dan bisa diakses seluruh warga.
Selain itu, sinergi antar pemangku kepentingan juga menjadi bahasan krusial.
Pemerintah daerah, BPBD, TNI/Polri, unsur pendidikan, media massa, dan masyarakat harus memiliki pemahaman dan langkah yang sama.
Keterbukaan informasi dan edukasi rutin kepada masyarakat dianggap sebagai kunci utama agar tidak terjadi kepanikan yang justru memperparah keadaan saat bencana datang.
Dari kegiatan ini, diharapkan nantinya komitmen pemerintah untuk menjadikan aspek keselamatan dan mitigasi bencana sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan di Kota Padang Panjang.
"Kita tidak bisa mengubah sejarah, tapi kita bisa menentukan masa depan keselamatan kita. Peringatan 1 abad ini harus menjadi titik balik kesiapan kita. Padang Panjang harus menjadi kota tangguh bencana, kota yang aman, dan kota yang siap melindungi warganya," tegas Rifnaldi.
Hasil dari FGD ini nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan dan rencana aksi nyata yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk segera ditindaklanjuti demi keselamatan bersama.
#GP | Ce






Tidak ada komentar:
Posting Komentar