Padang Panjang(SUMBAR).GP–Dalam rangkaian kegiatan memperingati "Satu Abad Gempa Padang Panjang", tim penelusur melakukan kunjungan kerja ke Komando Distrik Militer (Secata-B) Padang Panjang, Minggu (3/5/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk menelusuri bangunan bersejarah yang terbukti tangguh menahan guncangan, sekaligus memperkuat sinergi dalam upaya mitigasi bencana.
Rombongan diterima langsung oleh Komandan Secata-B Padang Panjang, Letkol Inf. Fahroel M, beserta jajaran. Pertemuan ini berlangsung hangat dan mendalam, membuka diskusi panjang lebar mengenai pengalaman penanganan bencana di berbagai daerah, mulai dari era tsunami Aceh hingga kondisi terkini.
Ketua Tim, Ir. Ade Edward, mantan Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Sumbar yang juga pakar geologi, menegaskan bahwa peringatan satu abad ini bukan sekadar seremoni, melainkan momen evaluasi besar-besaran.
“Kita perlu sistem mitigasi yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan penanganan bencana. Momen satu abad gempa Padang Panjang ini diharapkan menjadi titik tolak untuk perbaikan dan penyempurnaan sistem yang lebih handal,” ujar Ir. Ade Edward.
Selain bertukar pikiran, pihaknya juga mengajak jajaran Secata-B untuk turut berpartisipasi aktif dalam serangkaian acara yang akan berpuncak pada tanggal 28 Juni 2026 mendatang.
Salah satu fokus utama kunjungan ini adalah penelusuran terhadap bangunan tua di lingkungan kesatuan tersebut. Menurut keterangan Letkol Fahroel, bangunan yang kini difungsikan sebagai mess dan markas kompi merupakan struktur yang dibangun atau direkonstruksi tepat setelah peristiwa gempa dahsyat tahun 1926 silam.
“Bangunan mess yang ada di sini adalah hasil rekonstruksi pascagempa seabad yang lalu. Ini menjadi bukti arsitektur masa lalu yang memiliki ketahanan tinggi,” jelasnya.
Dipandu langsung oleh Komandan Seksi Provost, Serka Zarisman, tim melakukan observasi langsung di lapangan. Hasilnya cukup mengejutkan, kondisi fisik bangunan dinilai masih sangat terjaga keasliannya dan belum banyak mengalami perubahan struktur atau renovasi masif.
“Kita sudah dapatkan data visual kondisi bangunan di sini. Nanti data dan temuan ini akan kita kaji lebih dalam lagi oleh tim ahli,” tambah Ir. Ade.
Menanggapi hal tersebut, Letkol Inf. Fahroel M yang merupakan perwira asal Aceh ini menyatakan kesiapannya sepenuhnya mendukung kegiatan bersejarah ini. Pengalaman daerahnya dalam menghadapi bencana menjadi nilai tambah dalam diskusi solusi ke depan.
“Kita siap mendukung sepenuhnya kesuksesan kegiatan ini. Kita juga akan bahas bersama bagaimana tindak lanjut konsep mitigasi berdasarkan pengalaman nyata yang pernah kita lalui bersama,” tegasnya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen bersama bahwa mempelajari sejarah gempa masa lalu adalah kunci untuk menyelamatkan masa depan.
#GP | ***






Tidak ada komentar:
Posting Komentar