Sijunjung (SUMBAR).GP — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam kegiatan halal bihalal anggota Forum Komunikasi Pensiunan Dinas Pendidikan (FKPDP) Kabupaten Sijunjung yang digelar di SKB Muaro Sijunjung, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 18 orang anggota yang terdiri dari pensiunan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta para pensiunan guru SD, SLTP, dan SLTA di Kabupaten Sijunjung.
Dalam kesempatan itu, Ustadz Mukhlis Dt. Labiah, S.Pd.I mengajak para hadirin untuk memaknai momentum pasca Ramadhan sebagai titik awal perubahan menuju kebaikan yang berkelanjutan.
Mengawali tausiyahnya, ia menyampaikan ucapan “Minal Aidin wal Faizin” yang dimaknainya sebagai harapan agar umat kembali kepada fitrah dan meraih kemenangan setelah menjalani ibadah di bulan Ramadhan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan makna mendalam dari bulan Syawal melalui tiga definisi utama. Pertama, Irtafa’a yang berarti adanya peningkatan setelah amalan Ramadhan. Kedua, Ibtida’ il Khair yang dimaknai sebagai permulaan yang baik. Ketiga, Istimror yang berarti keberlanjutan dalam kebaikan.
“Pertanyaannya, apa yang harus ditingkatkan, apa yang menjadi awal yang baik, dan apa yang harus terus berlanjut?” ujar Guru Agama SDN 12 Tanjung Lolo itu.
Ia menegaskan bahwa jawaban dari ketiga hal tersebut adalah peningkatan iman kepada Allah SWT, kualitas dan kuantitas ibadah, memperbanyak amal shaleh, serta memperbaiki akhlakul karimah.
Menurutnya, keberhasilan puasa Ramadhan harus tercermin dalam perubahan sikap dan perilaku sehari-hari. Ia menggambarkan perubahan itu dengan contoh sederhana namun bermakna, yaitu:
Dari pemukul menjadi perangkul,
Dari pemarah menjadi pemurah,
Dari pengejek menjadi pengajak,
Dari pembenci menjadi penyayang.
“Jika tiga makna Syawal ini digabungkan, maka akan melahirkan satu kata kunci, yaitu istiqomah,” jelasnya.
Di akhir ceramah, Ustadz Mukhlis juga memberikan lima kiat untuk menjaga istiqomah dalam kehidupan sehari-hari, yakni dengan menambah ilmu melalui majelis ilmu, mencari lingkungan yang baik, menyibukkan diri dalam ketaatan, meluruskan niat dan tujuan, serta memperbanyak doa kepada Allah SWT.
Kegiatan halal bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum refleksi diri bagi para peserta untuk terus menjaga semangat ibadah dan memperbaiki diri setelah Ramadhan.
#GP | Herman.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar