Padang(SUMBAR).GP- Iwan Budi Paulus adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) atau Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Semarang, Jawa Tengah. Pada 24 Agustus 2022, Iwan dilaporkan menghilang oleh keluarganya.
Ini terjadi sehari sebelum ia dijadwalkan diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi hibah tanah senilai sekitar Rp3 miliar di Kecamatan Mijen, Semarang. Ia rencananya akan memberikan keterangan terkait dugaan penyalahgunaan aset daerah yang melibatkan perusahaan swasta (PT Karya Deka Alam Lestari).
Keesokan harinya (25 Agustus 2022 atau sekitar tanggal 8 September 2022 menurut beberapa laporan), jasad Iwan ditemukan di kawasan Pantai Marina Semarang. Kondisinya sangat mengenaskan:
Tubuh hangus terbakar.
Tanpa kepala, tangan kanan, dan sebagian anggota tubuh lainnya (tangan kiri dan kaki kanan juga tidak ditemukan utuh di lokasi).
Di dekat jasad ditemukan sepeda motor miliknya yang juga terbakar, laptop, dan barang bukti lain seperti pisau.
Identitas jasad dikonfirmasi melalui tes DNA yang cocok dengan Iwan Budi Paulus.
Dugaan Motif
Polisi dan keluarga menduga kuat bahwa pembunuhan ini bermotif menghilangkan saksi kunci dalam kasus korupsi hibah tanah/aset daerah. Iwan disebut sebagai salah satu saksi penting yang mengetahui detail dugaan korupsi tersebut. Kasus korupsi hibah ini sempat melibatkan pemeriksaan terhadap mantan Wali Kota Semarang (Sukawi Sutarip) dan pihak terkait lainnya.
Perkembangan Penyidikan :
Polisi (Polrestabes Semarang dan kemudian tim gabungan dengan Polda Jawa Tengah) melakukan olah TKP, menemukan barang bukti, dan melakukan pemeriksaan saksi.
Hingga kini (April 2026), belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan dalam kasus pembunuhan ini.
Kasus ini telah berjalan lebih dari 3,5 tahun (sejak Agustus 2022).
Pada Desember 2025, keluarga melalui kuasa hukum mengajukan gugatan praperadilan terhadap polisi karena dianggap lamban dan tidak progresif dalam penanganan kasus. Gugatan ini ditolak hakim, tetapi kritik terhadap penanganan polisi tetap muncul.
Keluarga berulang kali menyampaikan kekecewaan karena kepala korban hingga kini belum ditemukan, dan pelaku belum terungkap.
Perkembangan Terkini (per April 2026)
Kasus ini masih mandek dan menjadi “misteri” yang belum terungkap. Media lokal seperti Radar Semarang dan Kompas menyebut sudah mencapai 1.000 hari lebih tanpa kejelasan.
Keluarga terus mendesak polisi agar serius mengusut, termasuk membuka kemungkinan keterlibatan oknum yang lebih besar (ada spekulasi tentang keterlibatan pihak terkait korupsi, meski belum ada bukti resmi yang cukup untuk menetapkan tersangka).
Polisi menyatakan kasus ini menjadi “PR besar” dan masih dalam penyelidikan, tetapi belum ada update signifikan tentang penetapan tersangka atau motif pasti.
Kasus korupsi hibah tanah yang menjadi latar belakang juga belum sepenuhnya terungkap secara publik.
Reaksi Keluarga dan Publik
Istri dan keluarga Iwan sering menyampaikan pesan meminta keadilan. Mereka menekankan bahwa Iwan hanya menjalankan tugas sebagai saksi, bukan pelaku. Publik dan media kerap menyoroti kasus ini sebagai contoh bahaya bagi saksi korupsi di Indonesia, di mana perlindungan saksi dinilai masih lemah.
Kasus ini menarik perhatian karena kekerasan ekstrem (mutilasi + pembakaran) yang diduga bertujuan menghilangkan jejak dan mengintimidasi saksi lainnya.
Catatan Penting
Semua informasi di atas bersumber dari berita resmi media nasional dan lokal terpercaya (Kompas, Tempo, Viva, Antara, Radar Semarang, dll.) yang diterbitkan antara 2022 hingga akhir 2025/awal 2026. Hingga saat ini, kasus pembunuhan Iwan Budi Paulus belum terungkap dan masih dalam tahap penyidikan polisi.
Disclaimer:
Gambar ini adalah ilustrasi saja.
Tidak merepresentasikan gambar sesungguhnya atau lokasi kejadian. Digunakan semata-mata untuk memperkuat pesan visual berita.
#GP | Sumber: FB GALERY POST | Red






Tidak ada komentar:
Posting Komentar