Sijunjung (SUMBAR).GP- “Syirik tidak hanya terjadi dalam bentuk menyekutukan Allah secara terang-terangan, tetapi juga dapat muncul dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat, bahkan melalui media sosial,” demikian disampaikan oleh Weldi Indra, Penyuluh Agama Islam KUA Kamang Baru, dalam kegiatan Pesantren Ramadhan yang berlangsung di Musholla SMA Negeri 10 Sijunjung kampus Sungai Lansek, Jumat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh murid kelas X hingga kelas XII serta seluruh majelis guru SMA Negeri 10 Sungai Lansek. Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh antusias dari para peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan.
Dalam tausiyahnya, Weldi Indra menjelaskan bahwa syirik merupakan dosa besar yang harus diwaspadai oleh setiap muslim. Ia mengingatkan bahwa syirik tidak selalu tampak dalam bentuk penyembahan kepada selain Allah, tetapi juga dapat terjadi dalam sikap dan perilaku yang tanpa disadari menjauhkan manusia dari ketauhidan.
Ia menjelaskan bahwa salah satu bentuk syirik yang perlu diwaspadai adalah syirik terhadap diri sendiri, yaitu ketika seseorang lebih mengikuti hawa nafsu daripada perintah Allah SWT.
Selain itu, terdapat pula syirik terhadap keluarga, yakni ketika seseorang lebih mengutamakan kepentingan keluarga sehingga melalaikan kewajiban kepada Allah SWT.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang syirik terhadap masyarakat, yaitu ketika seseorang melakukan suatu amalan bukan karena Allah SWT, melainkan karena ingin dipuji atau mendapatkan penilaian baik dari orang lain.
Di era digital saat ini, ia juga mengingatkan adanya potensi syirik melalui media sosial, yaitu ketika seseorang menampilkan ibadah atau amal kebaikan dengan tujuan mencari pengakuan, popularitas, atau pujian dari pengguna media sosial lainnya.
Menurutnya, hal tersebut dapat mengarah pada riya yang termasuk perbuatan yang dapat merusak nilai keikhlasan dalam beribadah.
Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh peserta Pesantren Ramadhan untuk senantiasa meluruskan niat dalam setiap amal perbuatan serta menjaga keikhlasan hanya karena Allah SWT.
“Setiap amal yang kita lakukan hendaknya semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian dari manusia,” ujarnya.
Melalui kegiatan Pesantren Ramadhan ini, diharapkan para siswa semakin memahami pentingnya menjaga akidah, memperkuat keimanan, serta berhati-hati terhadap berbagai bentuk syirik yang dapat muncul dalam kehidupan sehari-hari.
#GP | Nurul






Tidak ada komentar:
Posting Komentar