Sijunjung (SUMBAR).GP- Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang yang strategis untuk berdiskusi dan mencari kebenaran dengan landasan pemahaman yang baik dan benar. Hal ini tampak nyata di Masjid Tahmid, Nagari Tanjung Bonai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, yang secara konsisten menjadi pusat dialog keagamaan dan adat di tengah masyarakat, Kamis (26/03/2026).
Setiap usai pelaksanaan sholat, lingkungan Masjid Tahmid dipenuhi dengan diskusi yang melibatkan berbagai tokoh penting nagari.
Hadir dalam forum tersebut Fajar Seftrian, SE selaku Ketua Forum Kabupaten Sehat sekaligus tokoh masyarakat Nagari Tanjung Bonai Aur dan tokoh masyarakat Kabupaten Sijunjung, Hendra Basri, A.Md. NL.P selaku Wali Nagari, Yudesril Rajo Bangke sebagai Ketua BPN, Ustadz Lalu Zulkarnaen, SH serta R. Wkl. Dt. Ponji Alam dari unsur ninik mamak.
Diskusi yang berlangsung tidak sekadar perbincangan biasa, tetapi membahas secara mendalam tentang pemahaman adat yang berlandaskan syara’, sebagaimana prinsip “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (Al-Qur’an)”. Pembahasan kemudian dilanjutkan pada penerapan nilai-nilai adat dalam kehidupan sehari-hari yang selaras dengan ajaran Islam.
Keindahan forum ini terletak pada kuatnya dasar argumentasi yang digunakan.
Fajar Seftrian dikenal piawai menyampaikan pandangan melalui langgam adat Minangkabau yang dipadukan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Hal tersebut diperkuat oleh Ustadz Lalu Zulkarnaen sebagai guru tahfidz yang memberikan penjelasan berbasis hafalan dan pemahaman Al-Qur’an.
Sementara itu, pandangan dari Ketua BPN Yudesril Rajo Bangke dan R. Wkl. Dt. Ponji Alam dari unsur ninik mamak, serta Wali Nagari dari unsur pemerintahan, menjadikan diskusi semakin komprehensif dan berimbang.
Setiap diskusi berlangsung dengan suasana yang kondusif, penuh kekeluargaan, serta menjunjung tinggi nilai musyawarah. Berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dibahas secara terbuka dan diselesaikan dengan solusi yang bijak dan aplikatif.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa masjid memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban, tempat lahirnya pemikiran, serta penguatan sinergi antara adat dan agama di Nagari Tanjung Bonai Aur.
#GP | HB.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar