Niniek Mamak Kenagarian Tanjung Bonai Aur Sembelih 8 Ekor Kerbau Sambut Ramadhan. Tradisi Persatuan dan Gotong Royong di Pokan Komeh - Go Parlement | Portal Berita

Niniek Mamak Kenagarian Tanjung Bonai Aur Sembelih 8 Ekor Kerbau Sambut Ramadhan. Tradisi Persatuan dan Gotong Royong di Pokan Komeh

Minggu, Februari 15, 2026


Sijunjung (SUMBAR).GP– Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, niniek mamak se-Kenagarian Tanjung Bonai Aur melaksanakan penyembelihan hewan kerbau di kawasan Pokan Komeh, yang terletak di lingkungan Pemerintah Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupayen Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, Minggu (15/02/2026).


Kegiatan adat yang sarat makna ini diawali dengan musyawarah niniek mamak se-Kenagarian Tanjung Bonai Aur, yakni Datuak Monti Godang, Datuak Sondi, Datuak 16, serta Datuak Nan Ba Limo.


Musyawarah berlangsung di bangunan tempat duduk Datuak 16 yang telah dibangun oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung di lingkungan Pokan Komeh.


Suasana penuh kekeluargaan terasa sejak awal kegiatan, yang diawali dengan minum kopi dan teh bersama serta menikmati lamang tapai. Musyawarah dipimpin oleh S. Dt. Sumurajo selaku Datuak Sondi Nagari, membahas pelaksanaan teknis serta makna dari tradisi tahunan tersebut.


Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tanjung Bonai Aur, Z. Dt. Gindo Jalelo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahun sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Tahun ini, sebanyak delapan ekor kerbau disembelih, yang berasal dari masing-masing pasukuan di Kenagarian Tanjung Bonai Aur, yakni Caniago, Piliang, Patopang, Kampai IV Niniek, Kampai IV Rumah, Kampai X Rumah, dan Tanjuang Macang.


“Pembantaian kerbau ini bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi simbol bersatunya seluruh niniek mamak se-Kenagarian Tanjung Bonai Aur dalam menyongsong bulan penuh berkah,” ujarnya.



Muspardi Dt. Mantiko Sati, M.Pd selaku Datuak Monti Godang dan juga seorang dosen di UIN - MY Batu Sangkar, juga menyampaikan pesan moral dalam kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh Niniek mamak dan masyarakat untuk memaknai penyembelihan ini sebagai momentum introspeksi diri. “Mari kita sembelih sifat yang tidak baik dalam diri kita, agar memasuki bulan suci Ramadhan dengan hati yang bersih,” ungkapnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Nagari Tanjung Bonai Aur, Hendra Basri, A.Md., NL.P, Wali Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan, serta unsur Badan Permusyawaratan Nagari (BPN) dari kedua nagari.


Hendra Basri menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan adat tersebut. Menurutnya, tradisi ini merupakan bentuk nyata pelestarian kearifan lokal masyarakat Kenagarian Tanjung Bonai Aur.


“Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan kuatnya nilai adat dan budaya, tetapi juga menegaskan semangat gotong royong yang masih terjaga dengan baik. Kita melihat adanya goro bersama membersihkan lokasi Pokan Komeh sebelum pelaksanaan, hingga proses pembagian daging secara ba onggok yang diatur oleh para penghulu di masing-masing suku,” ujarnya.


Melalui sistem ba onggok tersebut, setiap cucu kamanakan diharapkan memperoleh bagian daging kerbau dengan harga dibawah harga pasaran, sehingga seluruh warga Kenagarian Tanjung Bonai Aur dapat menikmati hidangan daging sebagai lauk dalam rangkaian makan bersama sebelum Ramadhan, serta untuk sahur dan berbuka puasa.


Hal menarik yang turut menjadi perhatian Wali Nagari adalah kondisi lokasi penyembelihan yang bersih dan tertata. “Alhamdulillah, di lokasi penyembelihan hampir tidak terlihat lalat yang mengerubungi daging. Ini menjadi pertanda bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan secara baik, bersih, dan penuh kehati-hatian,” tambahnya.


Tradisi penyembelihan kerbau ini kembali menegaskan bahwa adat dan kebersamaan masyarakat Kenagarian Tanjung Bonai Aur tetap hidup dan terjaga, menjadi fondasi sosial yang kuat dalam menyambut bulan suci Ramadhan dengan semangat persatuan, kebersihan hati, dan kebersamaan.


#GP | HB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS