NASEHAT RAMADHAN (1) BOLEH JADI INI RAMADHAN TERAKHIR KITA - Go Parlement | Portal Berita

NASEHAT RAMADHAN (1) BOLEH JADI INI RAMADHAN TERAKHIR KITA

Sabtu, Februari 21, 2026

 



Oleh: Syofian Hendri,S.Pd.I.MM.


Sijunjung (SUMBAR).GP-  Saudara-saudaraku yang semoga dirahmati Allah Ta‘ala,


Setiap kali Ramadhan datang, ia bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender. Ia adalah panggilan dari Allah kepada hamba-hamba-Nya yang masih diberi umur, masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, dan masih diberi waktu untuk kembali kepada-Nya.


Namun kita tidak pernah tahu…

apakah Ramadhan ini akan kita lalui hingga akhir, atau justru ia menjadi Ramadhan terakhir dalam hidup kita.


Ingatlah, tujuan Allah mensyariatkan puasa Ramadhan adalah untuk meraih ketakwaan.


Allah ﷻ berfirman:


“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”

(QS. Al-Baqarah: 183)


Takwa tidak lahir dari kelalaian.

Ia tumbuh dari kesungguhan, mujahadah, dan hati yang benar-benar ingin berubah.


Rasulullah ﷺ bersabda:


"المجاهد من جاهد نفسه في طاعة الله"

“Seorang mujahid adalah orang yang bersungguh-sungguh melawan jiwanya untuk taat kepada Allah.”

(HR. Ahmad ibn Hanbal dan lainnya, hasan)


Inilah jihad yang paling dekat dengan kita: jihad melawan hawa nafsu.


Ibn Qayyim al-Jawziyyah menjelaskan bahwa jihad melawan hawa nafsu adalah fondasi dari seluruh bentuk jihad. Siapa yang tidak mampu mengalahkan dirinya, ia akan sulit mengalahkan selainnya.


Maka jangan sampai karena kelalaian kita, kita termasuk orang yang mendapatkan ancaman Rasulullah ﷺ:


“Celakalah seseorang yang mendapati Ramadhan, lalu Ramadhan itu berlalu sebelum ia diampuni.”

(HR. Ahmad ibn Hanbal – dinilai shahih oleh para ulama)


Ramadhan adalah peluang emas.

Jika pada bulan ketika pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup saja kita tidak bersungguh-sungguh, lalu pada bulan apa lagi kita akan berubah?


Allah mengingatkan:


“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.”

(QS. Ali ‘Imran: 185)


Berapa banyak yang tahun lalu masih berdiri di shaf tarawih bersama kita…

Hari ini mereka telah berada di alam kubur.

Waktu bagi mereka telah selesai. Amal mereka telah terputus.


Betapa banyak penghuni kubur yang menyesal dan berharap untuk kembali agar dapat beramal shalih.

Sementara kita yang masih diberi kesempatan justru terkadang melalaikannya.


Allah menggambarkan penyesalan itu:


“Ya Rabb-ku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat beramal shalih terhadap apa yang telah aku tinggalkan.”

(QS. Al-Mu’minun: 99–100)


Namun kesempatan itu tidak akan pernah diberikan.


Kita yang hari ini masih hidup, masih bernafas, masih mendengar adzan — sesungguhnya sedang memegang kesempatan yang sangat mahal.


Rasulullah ﷺ bersabda:

 “Manfaatkan lima perkara sebelum datangnya lima perkara: masa mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.”

(HR. Al-Hakim al-Nishapuri – hasan shahih)


Ramadhan adalah bagian dari “hidup sebelum mati” itu.


Maka jangan biarkan ia berlalu seperti tahun-tahun sebelumnya.

Perbaiki shalat kita.

Hidupkan malam dengan qiyam.

Perbanyak tilawah Al-Qur’an.

Ringankan tangan untuk bersedekah.

Bersihkan hati dari dengki, ghibah, dan permusuhan.


Jika Allah masih mempertemukan kita dengan Ramadhan berikutnya, itu adalah karunia tambahan.

Namun jika ini adalah yang terakhir, semoga ia menjadi Ramadhan yang penuh taubat, penuh air mata, penuh kesungguhan, dan penuh ampunan.


Semoga Allah menerima amal kita, mengampuni dosa kita, dan menutup kehidupan kita dengan husnul khatimah.


#GP | Sijunjung | 21 Februari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS