Sijunjung (SUMBAR).GP- Di Nagari Muaro Takung, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, acara “Baralek Kandang” sebuah tradisi turun-temurun yang masih lestari hingga sekarang.
Merupakan kegiatan yang sarat makna dan nilai budaya dalam kehidupan masyarakat peternak kerbau. Kegiatannya dilaksanakan dengan penuh khidmat dan kebersamaan, diikuti oleh ninik mamak, tokoh adat, tokoh masyarakat dan para peternak, serta masyarakat setempat seperti yang digelarnya, Minggu (4/1/2026) lalu, bertempat di sekitar lokasi kandang kerbau pada Jorong Koto Lamo, Nagari Muaro Takung.
Menurut sumber di negeri setempat, "Baralek Kandang" merupakan tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas keberhasilan dan keberkahan dalam beternak kerbau.
Tradisi ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga atau peternak serta memperkuat nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau yang masih dijunjung tinggi hingga sampai saat ini.
Dalam pelaksanaannya pada hari Minggu (4/1/2026) lalu itu, kegiatannya dihadiri Wali Nagari Muaro Takung H.Iswadi, S.AP beserta jajarannya, Ketua KAN A. Dt.Sarurajo beserta ninik mamak lainnya, Kepala UPTD Puskeswan Kiliran Jao Rucky Aprinaldi beserta jajarannya, tokoh masyarakat beserta para pemilik ternak se Nagari Muaro Takung.
Tokoh masyarakat yang juga Sumando nagari setempat Daswarman, kepada media ini menuturkan "Baralek Kandang" ini melambangkan rasa syukur, permohonan keselamatan, serta harapan agar usaha beternak kerbau ke depan semakin maju dan terhindar dari berbagai penyakit maupun musibah. "Ternak Kerbau" sebagai salah satu simbol penting dalam kehidupan ekonomi dan budaya masyarakat, mendapat perhatian secara khusus dalam tradisi ini.
Selain prosesi adat, kegiatan Baralek Kandang juga diisi dengan doa bersama yang dipanjatkan oleh alim ulama setempat. Doa yang dipanjatkan kepada yang Maha Kuasa bertujuan memohon keberkahan rezeki, kesehatan ternak, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Nagari Muaro Takung.
"Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa yang mencerminkan kuatnya semangat gotong royong yang masih terpelihara dengan baik di negeri ini," ujarnya.
Wali Nagari Nagari Muaro Takung H.Iswadi, S.AP dalam sambutannya, saat itu menyampaikan bahwa "Baralek Kandang" bukan sekadar seremonial adat, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam.
"Tradisi ini mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta, serta menanamkan nilai tanggung jawab dalam mengelola dan merawat ternak sebagai sumber penghidupan. Masyarakat setempat menyambut antusias pelaksanaan Baralek Kandang ini setiap tahunnya," terang Wali Nagari.
Sementara itu, Ketua KAN Muaro Takung A.Dt.Sarurajo mengatakan bahwa " Baralek Kandang ini Selain sebagai ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar mengenal, mencintai, dan melanjutkan tradisi adat yang menjadi identitas Nagari Muaro Takung.
"Melalui kegiatan ini, nilai-nilai adat dan kearifan lokal tetap hidup dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman" jelasnya.
Dengan terselenggaranya acara Baralek Kandang, Nagari Muaro Takung kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan adat dan budaya lokal. Tradisi ini diharapkan terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai warisan budaya yang tidak hanya memperkuat identitas nagari, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan kerbau, tutup Ketua KAN Muaro Takung A.Dt.Sarurajo.
#GP | Herman.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar