Padang Panjang(SUMBAR).GP- Dalam rangka diskusi tentang Penanggulangan Bencana Kota Padang Panjang, Komisi I DPRD Kunjungi Sekretariat Daerah, Rabu, (14/01/25) pekan kemaren.
Diskusi dibuka dan dipimpin oleh Koordinator Komisi I Imbral, SE didampingi Ketua Komisi I Hendra Saputra, SH, Sekretaris Puji Hastuti, A.Md, beserta Anggota Robi Zamora, ST, Ir. Ambrizal dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Sony Budaya Putra beserta jajaran.
Pada kesempatan ini, Sekda Sony memaparkan bahwa Pemda telah menyusun RP2KP (Rencana Penanggulangan dan Pemulihan Pascabencana) yang terfokus pada 5 sektor yakni Perumahan dan Permukiman, Infrastruktur, Sosial, Ekonomi, dan Lintas sektor dengan pendanaan yang berasal dari APBD, APBD Provinsi, hibah, dan CSR ( termasuk bantuan dari Willy Salim).
Sony juga menambahkan bahwa untuk saat ini kita membutuhkan dana lebih kurang sebesar 410M dengan jangka waktu 3 tahun kedepan. Sedangkan untuk relokasi terpadu, kita sudah menyusun rincian yakni untuk kerusakan ringan sebesar 15 jt, rusak sedang 30 jt, dan rusak berat 60 jt berdasarkan standar dari pemerintah pusat.
Menanggapi hal tersebut, Komisi I mempertanyakan dana 410M yang dibutuhkan masuk kedalam APBD, diluar APBD, atau dana penanggulangan bencana. Serta bagaimana pola pencatatan dan nomenklaturnya.
Selanjutnya, Komisi I juga mempertanyakan terkait hibah untuk mushalla yang terdampak bencana alam serta perbaikan saluran irigasi yang rusak khususnya didaerah lubuk janggan dan duo ngalah.
Komisi I juga meminta Percepatan penanganan dilokasi Lubuk Janggan dimana lebih kurang 36 ha lahan terdampak bencana.
Menanggapi pernyataan dari Komisi I, Sekda menyampaikan untuk penanganan bencana bersifat komprehensif dan lintas sektor dimana bertindak sebagai PPK berdasarkan penunjukan BPBD dengan Anggaran yang berasal dari dana transfer dan anggaran balai untuk Sumbar. Terkait perbaikan Mushalla akan kita cek apakah masuk kedalam data terdampak BNPB. Jika belum, dapat diusulkan melalui hibah APBD (bersifat stimulan). Sedangkan untuk irigasi, BNPB akan melihat tingkat kedaruratan yang dialami, jika kebutuhannya mendesak, kida dapat menggunakan dana BTT.
#GP | Red






Tidak ada komentar:
Posting Komentar