Kepala SMKN 4 Sijunjung Drs.Asril.MM: Atasi rawan putus sekolah dengan program PTK "Peduli Siswa" dan beasiswa lainnya. - Go Parlement | Portal Berita

Breaking

Sabtu, 16 Januari 2021

Kepala SMKN 4 Sijunjung Drs.Asril.MM: Atasi rawan putus sekolah dengan program PTK "Peduli Siswa" dan beasiswa lainnya.

 

Sijunjung(SUMBAR).GP-  Sejumlah 150 orang dari  446 orang  siswa/i Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Sijunjung yang berkampus dipinggir jalan Kiliran Jao - Dusun Tinggi Nagari Muaro Takung, Kecamatan Kamang Baru dalam kondisi rawan putus sekolah.


Rawan putus sekolah itu disebabkan motivasi yang masih rendah dan kondisi ekonomi serta kondisi keluarga ungkap Kepala SMKN 4 Sijunjung Drs.Asril, MM menjawab www.goparlement.com Sabtu,(16/1)


Saat awal bertugas di SMKN 4 Sijunjung pada 4 Januari 2019 lalu, Asril putra Tanah Datar yang dibesarkan orangtuanya di Dharmasraya itu mempelajari berbagai data, salah satunya data Drop Out (DO).


Dengan menganalisa hasil pendataan ditemui bahwa angka DO siswa  di SMKN 4 itu ternyata sangat tinggi, disebabkan oleh berbagai masalah diantaranya motivasi belajar rendah, kondisi ekonomi serta kondisi keluarga.


SMKN 4 Sijunjung Bisnis Manajemen itu memiliki  tiga Kompetensi  Keahlian yaitu Otomatisasi Tatakelola Perkantoran, Akuntansi Keuangan Lembaga, Bisnis Daring dan Pemasaran berdiri sejak 2017 lalu.


Berbagai upaya dilakukan Asril dengan  guru guru, seperti  melakukan kunjungan rumah,  sampai ke Jorong Lubuk Tareh Garabak Data Kabupaten Solok ke berbagai nagari dalam Kabupaten Sijunjung Tanjung Lolo, Tanjung Kaling, Pintu Batu.


Dengan kondisi rawan putus sekolah yang notabene disebabkan rendahnya motivasi belajar siswa yang diawali  kurangnya dukungan ekonomi orangtua tersebut, melalui musyawarah  kita buat program "Peduli Siswa" bersama dengan guru guru," ujar kepala sekolah kedua sejak berdirinya.


Mantan Ketua PD PGRI Sijunjung itu menyebutkan, selain program "Peduli Siswa" yang donaturnya adalah Pendidik dan Tenaga Kependidikan status PNS, juga kita mengupayakan adanya "orang tua asuh" serta mengusulkan beasiswa melalui Program Indonesia Pintar(PIP) dan BAZNAS Propinsi Sumatera Barat.


Alhamdulillah, beasiswa dari berbagai sumber  tersebut dapat kita salurkan kepada siswa yang kurang mampu atau yang berhak menerimanya  pada  setiap semesternya. 

 

"Jumat kemarin kita telah salurkan beasiswa periode Juli - Desember 2020 sebanyak 2 orang dari PT.Rajawali untuk siswa juara umum pertingkat, 6 orang dari BAZNAS Sumbar dengan  kriteria yang sudah ditentukan, 10 orang dari PTK "Peduli Siswa" dengan kriteria keluarga tidak mampu dengan motivasi yang  tinggi, tutur Asril.


"Alhamdulillah dengan dukungan beasiswa dari berbagai sumber tersebut, kini tingkat kerawanan putus sekolah telah mulai mengecil," jelasnya.



#GP | Herman.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS