Ada Apa KPU Agam Dengan Wartawan PWI? - Go Parlement | Portal Berita

Breaking

Kamis, 12 November 2020

Ada Apa KPU Agam Dengan Wartawan PWI?

 

Agam(SUMBAR).GP- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Agam baru-baru ini tela melakukan pertemuan  di cafe Aceh Lubuk Basung dengan wartawan yang tergabung dalam PWI.


Tentu saja hal ini menjadi pertanyaan besar oleh organisasi yang bukan PWI, bahkan mereka seperti di kondisikan untuk kepentingan yang terselubung, sehingga KPU Agam kesampingkan organisasi yang bukan PWI.

 

Ketua DPW LSM Garuda NI Sumbar Bj Rahmat di Lubuk Basung,  Rabu (11/11/20) kemaren, ketika saat sarapan pagi diwarung pertigaan simpang Pemadam lama Lubuk Basung saat mendengarkan informasi dari Syafrianto, langsung angkat bicara, bahkan mempertanyakan, "ada apa KPU Agam dengan PWI ini ..?" tanya Bj Rahmat. Ditamba lagi dengan banyaknya para wartawan yang bukan tergabung di PWI menelfon dirinya


Lebih lanjut Bj mengatakan, "Organisasi wartawan di Kabupaten Agam ini bukan PWI saja, jadi patut dicurigai kalau KPU Agam sedang mengondisikan PWI untuk salah satu paslon Bupati," katanya.


Di Kabupaten Agam, selain PWI, organisasi lain juga ada di seperti Ikatan Wartawan Online (IWO), Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) bahkan bernaung di Balai Wartawan. 


Pada hal jauh sebelum helat Pilkada sudah di sampaikan ke KPU Agam baik dari beberapa person wartawan maupun dari LSM Garuda NI Sumbar, agar KPU Agam tidak pilih kasih terhadap Jurnalis/Wartawan yang bertugas di Agam, "Jika KPU Agam membeda-bedakan antara PWI dangan organisasi profesi wartawan yang ada di Agam, maka akan terjadi cembru sosial, bahkan bisa diduga ke hal yang negatif dan mencurigakan, apa lagi helat Pilkada ini memakai uang negara yang notabene adalah uang rakyat," kata Bj Rahmat.

 

"Pada intinya pembicaraan saat bertemu dengan beberapa pimpinan di KPU beberapa waktu lalu (kalau ada petemuan/atau undangan yang menyangkut publik) tolong di libatkan wadah/organisasi lain bukan hanya PWI," sebut Bj Rahmat pada www.goparelement.com.


Namun imbauan/masukan tersebut kata Bj Rahmat, sepertinya tidak di hiraukan oleh KPU Agam bahkan terkesan di lecehkan. Ataukah KPU Agam akan memenangkan salah satu kandidat sehingga membuat kontrak  kerja dengan PWI. Karena takut ketahuan, sehingga KPU tidak melibatkan organisasi lain tanya Bj.  Kalau tidak, kenapa wartawan yang bukan tergabung di PWI tidak diundang dalam pertemuan kemaren. Seharusnya KPU harus trasparan, apa lagi dalam penggunaan anggaran publikasi melalui media atau wartawan ," tegas Rahmad dengan nada agak meninggi. 


Untuk itu, kalau KPU enggan dituding dengan berbagai dugaan, Bj Rahmat minta pada ketua KPU Agam agar selalu menjaga kestabilan politik yang sedang berlangusung saat saat ini, dengan melibatkan para independent, agar terciptanya Pilkada yang bermoral/bermartabat (pilkada badunsanak) dengan mengedepankan Adat bersandi syara’ syara’ bersandi kitabullah, ulasnya  

 

Sementara itu Ketua KPU Agam Riko Antoni ketika di hubungi via selulernya mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya cofee night di Cafe Aceh. Bahka Riko mengaku sudah beberapa hari tidak masuk kantor.


Dari informasi yang diterima, Riko akan lakukan kroscek terhadap bawahannya. 


Riko juga mengakui benar adanya masukan dan informasi beberapa waktu lalu (kalau ada kegiatan agar melibatkan organisasi lain). 


# GP | Ap Kari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

loading...


Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS