Irwan Baharudin: Tak Perlu Bangun Rumah Baru, Pikirkan Anak Bangsa

Jakarta, GP - Beberapa tokoh dan organisasi masyarakat di Indonesia turut menanggapi tentang wacana pemerintah yang akan memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan. Diantara tokoh dan organisasi masyarakat itu adalah Forum Masyarakat Minangkabau (FMM) di Jakarta. 

Salah seorang tokoh FMM Irwan Baharudin kepada media kemarin menyebut, bahwa rencana pemindahan ibu kota itu bukan hal yang mudah. Lagi pula kata dia, banyak hal yang harus dipikirkan, diperbuat dan dibangun oleh pemerintah selain meributkan rencana pemindahan ibu kota.

Ia mengatakan, keberadaan atau letak ibu kota negara saat ini sudah cocok dan pas di Jakarta. Pengesahan ibu negara di Jakarta dengan icon monumen nasional (Monas) itu, tentunya melalui pertimbangan-pertimbangan matang oleh tokoh-tokoh pendiri bangsa ini. Kemudian, setelah puluhan tahun Indonesia merdeka,  ibu kota negara semakin maju dan berkembang dengan segala pembanguan serta fasilitas mumpuni.

"Begini, ibu kota negara di Jakarta ibaratkan saja dengan sebuah rumah. Rumah tersebut awal dibangun memanfaatkan material apa adanya, seiring waktu pemilik rumah ingin rumahnya kokoh termasuk lingkungan sekitar juga dibangun seindah dan selayak mungkin. Membangun semua itu, tentunya butuh anggaran yang tidak sedikit, bahkan si pemilik rumah rela meminjam anggaran atau dana kepada orang di luar lingkungan rumahnya itu. Nah, ketika rumah tersebut benar-benar layak bahkan tergolong rumah mewah gedungan, termasuk lingkungan sekitar terlihat indah, lalu ditinggalkan dan si pemilik berencana mebangun rumah baru lagi. Wajarkah si pemilik rumah begitu, sementara utang untuk pengembangan rumahnya saja belum terbayar, kini berencana pinjam lagi guna membangun rumah baru," papar Irwan mencontohkan. 

Irwan yang baru saja selesai mengadakan pertemuan bersama tokoh sentral pergerakan di Jakarta Timur ini melanjutkan, seharusnya si pemilik rumah memanfaatkan rumah dengan segala fasilitas mencukupi itu dan tidak perlu harus ngutang lagi untuk membangun rumah baru. 

"Sebab pembangunan rumah baru sudah pasti dimulai dari awal, mulai dari  lingkungan sekitar, tata letak, pengerjaan dan anggaran serta butuh waktu lama," sebutnya.

Kembali kewacana pemerintah tadi, pria yang pernah tinggal di Jerman ini menerangkan, Indonesia merupakan negara besar, disebut juga negara zambrut khatulistiwa dengan ribuan pulau dan punya sumber daya alam (SDA) melimpah. 

"Hendaknya pemerintah fokus dengan SDA yang ada, berpikir dan berupaya bagaimana SDA itu bisa produktif menghasilkan nilai tambah buat kemajuan bangsa. Lebih penting lagi bagaimana menyerap tenaga-tenaga kerja bagi anak bangsa yang masih banyak pengangguran," ujar mantan Ketua Asephi (Asosiasi Eksportir Produsen Handycraf  Indonesia) Sumatera Barat ini.

Ditambahkan, di beberapa provinsi masih ada, bahkan banyak SDA terabaikan dan tidak diketahui. Padahal SDA-SDA tersebut menghasilkan cadangan energi terbesar. 

"Jika SDA itu dikelola, tidak kalah dengan sumber emas yang digarap Amerika di Papua sana," ungkap Irwan sambil menyebut beberapa dan dimana keberadaan SDA menghasilkan energi terbesar itu. 



# GP | ANDY

Post a Comment

0 Comments

PT.Andalas Nusantara Parlemen Mengucapkan, Selamat datang di Website www.goparlement.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga Anda puas, Tertanda; Rifnaldi (CE) Pimred