Warisan Budaya Palestina Terancam? Israel Dituduh Gali dan Ambil Artefak Sebastia - Go Parlement | Portal Berita

Warisan Budaya Palestina Terancam? Israel Dituduh Gali dan Ambil Artefak Sebastia

Jumat, September 04, 2026

 



JAKARTA(DKI). GP– Kementerian Luar Negeri Palestina menuduh Israel melakukan penggalian dan mengambil artefak dari situs arkeologi Sebastia yang berada di Tepi Barat. Palestina menilai aktivitas tersebut dapat mengancam karakter dan identitas sejarah salah satu situs warisan budaya penting di wilayah tersebut.


Tuduhan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Palestina dalam pernyataan pada Rabu, 2 September 2026. Palestina menyebut otoritas Israel melakukan aktivitas penggalian dan pembersihan lahan di sekitar kawasan situs Sebastia.


Menurut Palestina, kegiatan tersebut melibatkan penggunaan alat berat di sekitar teater Romawi. Sejumlah bagian situs juga disebut mengalami penggalian dalam aktivitas yang berlangsung di kawasan bersejarah tersebut.


Kementerian Luar Negeri Palestina juga menuding aktivitas itu disertai dengan pengambilan artefak. Selain itu, Palestina menyoroti pemasangan papan bertuliskan “Samaria Park” di area situs arkeologi Sebastia.


Palestina menilai aktivitas tersebut bukan sekadar persoalan pengelolaan situs arkeologi. Mereka menyebut tindakan itu sebagai bagian dari upaya untuk mengubah karakter dan identitas sejarah Sebastia yang selama ini dianggap sebagai salah satu warisan budaya penting Palestina.


Pemerintah Palestina juga mengaitkan persoalan tersebut dengan kewajiban perlindungan warisan budaya berdasarkan hukum internasional. Menurut mereka, wilayah pendudukan memiliki aturan yang mengharuskan properti budaya dilindungi dari kerusakan, eksploitasi, maupun perubahan yang berkaitan dengan kepentingan pendudukan.


Palestina menyatakan aktivitas penggalian dan pembersihan di Sebastia bertentangan dengan Konvensi Den Haag 1954 mengenai Perlindungan Properti Budaya dalam Konflik Bersenjata. Palestina juga merujuk pada Konvensi Warisan Dunia 1972 dalam menyampaikan keberatannya.


Kekhawatiran terhadap kondisi Sebastia disebut semakin besar karena kawasan tersebut telah masuk dalam daftar Warisan Dunia dalam Bahaya UNESCO. Palestina menilai status tersebut menunjukkan perlunya tindakan segera untuk menjaga situs dari kerusakan lebih lanjut.


Kementerian Luar Negeri Palestina kemudian meminta UNESCO, Komite Warisan Dunia, organisasi internasional, serta masyarakat internasional mengambil langkah untuk menghentikan aktivitas penggalian, pembersihan lahan, dan perubahan terhadap situs Sebastia.


Palestina juga meminta agar keaslian serta integritas situs tetap dipertahankan. Mereka menilai setiap proyek atau aktivitas yang berpotensi mengubah karakter kawasan dapat mengancam nilai sejarah dan budaya yang dimiliki Sebastia.


Selain itu, pemerintah Palestina menyerukan tindakan konkret untuk menghentikan apa yang mereka sebut sebagai penjarahan warisan budaya. Palestina juga meminta adanya pertanggungjawaban terhadap pihak yang dianggap melakukan pelanggaran.


Situs Sebastia berada di barat laut Nablus, Tepi Barat. Kawasan tersebut memiliki berbagai peninggalan arkeologi dari masa lalu dan dianggap sebagai salah satu situs budaya penting di wilayah Palestina.


Persoalan Sebastia menunjukkan bahwa konflik di Tepi Barat tidak hanya berkaitan dengan persoalan politik, keamanan, dan wilayah. Warisan budaya juga menjadi bagian penting karena situs bersejarah memiliki nilai bagi identitas masyarakat serta sejarah suatu kawasan.


Palestina berharap perhatian masyarakat internasional terhadap Sebastia dapat meningkat. Mereka menilai perlindungan terhadap situs arkeologi harus menjadi prioritas agar peninggalan sejarah tidak mengalami kerusakan atau perubahan yang sulit dipulihkan.


Hingga laporan tersebut diterbitkan, tuduhan mengenai penggalian dan pengambilan artefak tersebut merupakan klaim yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Palestina. Tuduhan itu menjadi dasar seruan Palestina agar lembaga internasional mengambil langkah untuk melindungi situs Sebastia.


Dengan kondisi tersebut, masa depan situs arkeologi Sebastia kembali menjadi perhatian. Palestina mendesak adanya perlindungan nyata terhadap kawasan tersebut agar warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi tetap terjaga bagi generasi mendatang.


#GP | DF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS