Blora(JATENG). GP- Temuan bahan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diletakkan di depan toilet SPPG Sukorejo 2, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi sorotan. Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora menemukan kondisi tersebut saat melakukan pemeriksaan terhadap dapur penyedia makanan MBG.
Temuan itu muncul setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah tempe sebagai bahan baku MBG diletakkan berjejer di area depan toilet SPPG Sukorejo 2. Kondisi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan langsung oleh tim Dinkesda Blora.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi penyimpanan bahan makanan dan pelaksanaan standar keamanan pangan di dapur tersebut. Dinkesda menemukan sejumlah ketidaksesuaian dalam pengelolaan dapur SPPG Sukorejo 2.
Temuan penyimpanan tempe di dekat toilet menjadi perhatian karena bahan makanan untuk program MBG semestinya ditangani dan disimpan dengan memperhatikan aspek kebersihan serta keamanan pangan.
Kepala Dinkesda Blora, Edy Widayat, turut menyoroti kondisi penyimpanan bahan makanan tersebut. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan makanan yang diproduksi untuk penerima manfaat memenuhi ketentuan kesehatan.
Persoalan ini menjadi semakin serius karena dapur SPPG merupakan bagian penting dalam rantai penyediaan makanan MBG. Kesalahan dalam penanganan bahan baku dapat meningkatkan risiko terhadap kualitas dan keamanan makanan yang akan dikonsumsi penerima manfaat.
Dinkesda Blora kemudian melakukan evaluasi terhadap kondisi SPPG Sukorejo 2 secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak hanya berkaitan dengan keberadaan tempe di depan toilet, tetapi juga kondisi dapur dan kepatuhan terhadap prosedur operasional.
Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah lebih lanjut. Salah satu rekomendasi yang muncul adalah mengusulkan agar SPPG Sukorejo 2 ditutup secara permanen.
Usulan penutupan tersebut menunjukkan bahwa aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program MBG. Pemerintah tidak hanya dituntut memastikan makanan tersedia bagi penerima manfaat, tetapi juga harus menjamin proses pengolahannya memenuhi standar kesehatan.
Temuan di Blora juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap seluruh SPPG yang terlibat dalam program MBG. Pengawasan perlu dilakukan secara rutin, termasuk terhadap cara bahan baku diterima, disimpan, diolah, hingga makanan didistribusikan.
Kondisi penyimpanan bahan makanan harus menjadi salah satu titik pengawasan karena kualitas bahan baku sangat menentukan keamanan makanan. Penempatan bahan makanan di lokasi yang tidak sesuai dapat menimbulkan persoalan kebersihan dan sanitasi.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait perlu memastikan setiap SPPG memahami dan menjalankan standar operasional yang berlaku. Evaluasi juga diperlukan agar persoalan serupa tidak berulang di dapur MBG lainnya.
Kasus SPPG Sukorejo 2 Blora menjadi perhatian di tengah meningkatnya sorotan terhadap keamanan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Sejumlah kejadian yang berkaitan dengan kualitas makanan membuat pengawasan terhadap dapur MBG menjadi semakin penting.
Pada akhirnya, keberhasilan program MBG bukan hanya ditentukan oleh banyaknya makanan yang berhasil disalurkan. Kebersihan dapur, kualitas bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi harus menjadi bagian dari standar yang diawasi secara ketat.
Dengan evaluasi dan pengawasan yang lebih konsisten, pemerintah diharapkan dapat memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan, sekaligus memberikan jaminan bahwa makanan yang diterima masyarakat aman, layak, dan memenuhi standar kesehatan.
#GP | DF






Tidak ada komentar:
Posting Komentar