Puan Desak Investigasi Menyeluruh Kecelakaan Kapal Virgo, Penyebab Tragedi Harus Diungkap - Go Parlement | Portal Berita

Puan Desak Investigasi Menyeluruh Kecelakaan Kapal Virgo, Penyebab Tragedi Harus Diungkap

Senin, September 14, 2026

 


JAKARTA(DKI).GP – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah melakukan investigasi menyeluruh terhadap kecelakaan KMP Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa. Investigasi dinilai penting untuk mengungkap penyebab kecelakaan sekaligus memastikan standar keselamatan pelayaran benar-benar diterapkan.


KMP Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut membawa 243 orang, terdiri atas penumpang dan awak kapal, sebelum mengalami musibah di perairan sekitar Masalembo.


Puan menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban dalam kecelakaan tersebut. Ia meminta seluruh proses pencarian dan penyelamatan dilakukan secara maksimal sehingga tidak ada korban yang terlewat dalam pendataan maupun evakuasi.


Menurut Puan, keselamatan korban harus menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden. Basarnas bersama seluruh unsur terkait diminta terus mengoptimalkan operasi pencarian, terutama terhadap penumpang yang hingga kini belum ditemukan.


“Pencarian dan penyelamatan korban harus menjadi prioritas. Jangan sampai ada korban yang terlewat,” ujar Puan, Senin (14/9/2026).


Selain proses pencarian, Puan meminta pemerintah tidak berhenti pada penanganan darurat. Investigasi menyeluruh diperlukan untuk mengetahui rangkaian kejadian yang menyebabkan kapal kehilangan kontak hingga akhirnya terbalik.


Investigasi tersebut, kata Puan, perlu mencakup berbagai aspek. Mulai dari kondisi kapal, kelayakan operasional, prosedur keselamatan, kondisi cuaca ketika kapal berlayar, hingga pelaksanaan standar keselamatan oleh operator dan awak kapal.


Kecelakaan Virgo Transport 8 terjadi ketika kondisi laut dilaporkan buruk. Tim penyelamat menghadapi gelombang tinggi dan angin kencang yang turut menyulitkan proses pencarian korban. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih harus dibuktikan melalui investigasi resmi.


Hingga Senin, operasi pencarian masih berlangsung. Tim SAR gabungan mengerahkan ratusan personel, kapal, helikopter, dan pesawat untuk mencari korban yang masih belum ditemukan. Kondisi laut yang tidak bersahabat menjadi salah satu kendala dalam proses tersebut.


Data sementara menunjukkan sejumlah korban telah berhasil dievakuasi, sementara korban meninggal dunia juga telah ditemukan. Jumlah korban yang masih dalam pencarian masih dapat berubah seiring proses identifikasi dan pemutakhiran data oleh tim gabungan.


Puan menilai kecelakaan kapal seperti ini tidak boleh hanya dipandang sebagai musibah yang selesai setelah proses evakuasi berakhir. Evaluasi terhadap sistem keselamatan transportasi laut harus dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.


Terlebih, transportasi laut memiliki peran penting bagi masyarakat Indonesia sebagai negara kepulauan. Karena itu, aspek keselamatan harus menjadi bagian utama dalam setiap perjalanan kapal penumpang, termasuk memastikan kondisi kapal dan kesiapan menghadapi perubahan cuaca.


Puan juga meminta hasil investigasi nantinya disampaikan secara transparan kepada publik. Jika ditemukan adanya pelanggaran atau kelalaian, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.


“Investigasi harus dilakukan secara menyeluruh agar penyebab kecelakaan dapat diketahui dengan jelas dan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem keselamatan pelayaran nasional,” demikian penekanan Puan.


Desakan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi tata kelola keselamatan transportasi laut secara lebih luas. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di sektor pelayaran diharapkan memastikan standar keselamatan tidak hanya tertulis dalam aturan, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan.


#GP | Def

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS