Penasehat Parsahutaon Dosroha Anggiat Siahaan: Ceritakan Sejarah Singkat Tortor Sipitu Cawan - Go Parlement | Portal Berita

Penasehat Parsahutaon Dosroha Anggiat Siahaan: Ceritakan Sejarah Singkat Tortor Sipitu Cawan

Jumat, September 11, 2026


Sijunjung (SUMBAR).GP-  Tortor Sipitu Cawan atau Tortor Tujuh Cawan merupakan salah satu bentuk tortor dalam tradisi Batak Toba. 


Ketika berbincang dengan media GP, Penasehat Parsahutaon Dosroha Anggiat Siahaan mengisahkan, Sipitu berarti tujuh, sedangkan cawan/sawan merujuk pada wadah yang menjadi properti utama tarian.


Dalam sejumlah kisah dan penelitian budaya Batak, Tortor Sipitu Cawan dikaitkan dengan legenda tujuh bidadari yang turun ke kawasan Pusuk Buhit. 


Tarian ini dahulu memiliki kedudukan sakral dan antara lain dikaitkan dengan prosesi adat serta pengukuhan raja. 


"Dalam sejarahnya, tortor memiliki akar ritual dalam kepercayaan masyarakat Batak masa lampau. Kini, Tortor Sipitu Cawan telah berkembang menjadi ekspresi seni dan pelestarian budaya." jelas Anggiat.


Karena itu, dalam konteks sejarahnya, tortor tidak semata-mata dipandang sebagai pertunjukan seni seperti sekarang. 


Namun konteks tersebut penting ditempatkan sebagai bagian dari sejarah dan kepercayaan masa lalu, bukan berarti pertunjukan Tortor Sipitu Cawan pada masa kini otomatis mempunyai fungsi memanggil roh. 


Dalam perkembangannya, tarian tersebut telah mengalami perubahan fungsi menjadi bagian dari seni budaya, untuk penyambutan tamu, pagelaran adat dan hiburan. 


Menariknya, jumlah cawan juga tidak selalu tujuh. Literatur tentang tortor cawan mencatat adanya sada cawan (satu), tolu cawan (tiga), lima cawan (lima), dan sipitu cawan (tujuh), dengan fungsi dan makna yang berbeda," lanjut Anggiat 


Untuk pemainnya, tidak mutlak harus orang tua. Dalam praktik pertunjukan masa kini, penarinya dapat berasal dari kalangan muda maupun yang lebih tua, tergantung kelompok seni dan kebutuhan acara. 


"Dalam tradisi penyajian tertentu, Tortor Sipitu Cawan memang dikenal dibawakan oleh penari perempuan, papar Anggiat.


Dikatakannya, tari tor tor juga telah ditampilkan pada tanggal 15 Agustus 2026 dalam memeriahkan;

1) Ulang Tahun Parsahutaon yang ke 31, 

2).Ulang Tahun Nagari Kunangan Parit Rantang dan 

3) HUTRI ke 81 yang  di hadiri oleh  ribuan masyarakat daerah Kamang Baru.


#GP | Herman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS