Mobil 4 Jurnalis Masih Terparkir di Carita Saat Hilang Kontak di Anak Krakatau - Go Parlement | Portal Berita

Mobil 4 Jurnalis Masih Terparkir di Carita Saat Hilang Kontak di Anak Krakatau

Kamis, September 10, 2026



PANDEGLANG(BANTEN). GP- Misteri hilangnya lima jurnalis yang hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda terus menjadi perhatian. Di tengah pencarian yang masih berlangsung, mobil yang digunakan empat jurnalis ternyata masih berada di halaman sebuah penginapan di kawasan Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.


Mobil dengan nomor polisi B-1772-WMF tersebut diketahui ditinggalkan di penginapan sebelum rombongan menuju Dermaga Pagedongan untuk melanjutkan perjalanan ke kawasan Gunung Anak Krakatau. Sejumlah barang milik para jurnalis juga masih tertinggal di penginapan.


Penjaga penginapan, Maman, mengatakan empat jurnalis tiba pada Minggu malam, 6 September 2026. Mereka semula berencana menginap selama dua malam di hotel tersebut.


"Minggu (6/9) malam datang, Senin siangnya berangkat meninggalkan hotel. Rencana menginap selama dua malam," kata Maman saat ditemui pada Kamis, 10 September 2026.


Menurut Maman, pada Senin siang, 7 September 2026, keempat jurnalis tersebut dijemput oleh jurnalis lain menggunakan kendaraan untuk menuju Dermaga Pagedongan. Dari dermaga itu, rombongan kemudian berangkat menggunakan speedboat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.


"Yang menginap di sini empat orang, pas siang ada yang jemput bawa mobil juga," ujar Maman.


Saat ini kendaraan tersebut masih terparkir di halaman penginapan. Kondisi itu menjadi salah satu petunjuk mengenai keberadaan rombongan sebelum mereka berangkat ke laut.


Maman juga menyebut masih ada barang bawaan jurnalis yang tertinggal di lokasi. Namun, sebagian besar kamar telah ditinggalkan dan hanya tersisa satu tas.


"Ini mobil milik mereka, tas di kamar hanya tinggal satu," katanya.


Lima jurnalis yang hingga kini hilang kontak diketahui berada dalam satu speedboat bersama tiga kru. Mereka adalah M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.


Rombongan tersebut berangkat dari kawasan Carita, Pandeglang, untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Mereka ditemani Warta sebagai kapten speedboat, Sukarman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu.


Hilang kontaknya rombongan tersebut telah memicu operasi pencarian di perairan Selat Sunda. Pemerintah dan aparat gabungan mengerahkan sejumlah armada untuk menemukan keberadaan para jurnalis dan kru kapal.


Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pencarian sejak rombongan dilaporkan hilang kontak pada Senin malam. Instruksi tersebut disampaikan kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.


"Sejak rombongan 5 jurnalis bersama 3 kru kapal dilaporkan hilang kontak, sejak Senin malam Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian," kata Teddy.


Menurut Teddy, TNI Angkatan Laut langsung mengerahkan kapal untuk membantu pencarian. Hingga Kamis, tercatat ada 11 kapal gabungan yang dilibatkan dalam operasi tersebut.


Armada yang dikerahkan antara lain KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer 1-3-64, KAL Pohawang 1-3-30, RBB Peucang Lanal Banten, RHIB SAR 02 Banten, RHIB SAR 02 Lampung, KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, serta KP Sanjaya-7017.


Pencarian dilakukan untuk menemukan lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang belum diketahui keberadaannya. Pemerintah berharap seluruh rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.


Keberadaan mobil yang masih terparkir di penginapan kini menjadi bagian dari rangkaian informasi mengenai perjalanan rombongan sebelum hilang kontak. Sementara itu, pencarian di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau dan Selat Sunda masih terus dilakukan oleh tim gabungan.


#GP | DF 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS