Sijunjung(SUMBAR).GP— Ketua Harian LPTQ Kabupaten Sijunjung, H. Asrizal, S.Ag., M.A., menegaskan perlunya langkah strategis untuk “mambangkik batang tarandam” setelah capaian Kabupaten Sijunjung pada MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun lalu belum sesuai harapan.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi momentum evaluasi dan kebangkitan bersama. “Juara MTQ bukan bim salabim. Prestasi adalah hasil dari pembinaan yang terencana, berjenjang, terukur dan berkelanjutan,” tegas Asrizal saat ditemui Humas LPTQ Kabupaten Sijunjung, Kamis (10/9)
Strategi utama yang akan diperkuat LPTQ adalah pemetaan dan penjaringan bibit potensial sejak dari nagari dan kecamatan, dengan melibatkan KUA, sekolah dan madrasah, pondok pesantren, rumah tahfiz, pondok Al-Qur'an serta berbagai lembaga keagamaan.
MTQ Nasional ke-42 Tingkat Kabupaten Sijunjung di Kecamatan Koto VII Tahun 2026 juga harus menjadi momentum talent scouting, sehingga peserta potensial tidak berhenti setelah MTQ, tetapi masuk dalam pembinaan berkelanjutan melalui pelatih berkualitas, training center, coaching clinic, dan try out secara berkala.
“Kita ingin menjadikan Koto VII sebagai titik awal kebangkitan. Kita petakan bibitnya, siapkan pelatihnya, perkuat pembinaannya dan evaluasi secara terukur. Dengan sinergi Pemkab, Kemenag, LPTQ, kecamatan, nagari dan seluruh lembaga pembinaan Al-Qur'an, insya Allah kita mampu mambangkik batang tarandam dan mengembalikan Sijunjung sebagai daerah yang diperhitungkan dalam MTQ Sumatera Barat,” pungkas Asrizal.
#GP | Herman.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar