Formasi Diduga Bahtera Nabi Nuh di Turki Kembali Diteliti, Sampel Dibor hingga 18 Meter - Go Parlement | Portal Berita

Formasi Diduga Bahtera Nabi Nuh di Turki Kembali Diteliti, Sampel Dibor hingga 18 Meter

Minggu, September 27, 2026


Jakarta(DKI). GP
- Misteri Formasi Durupinar di Turki kembali diteliti oleh kelompok pakar internasional. Formasi berbentuk menyerupai kapal sepanjang sekitar 157 meter itu kini menjadi lokasi pengambilan sampel inti hingga kedalaman hampir 18 meter untuk menguji apakah struktur tersebut terbentuk secara alami atau memiliki tanda-tanda aktivitas manusia.


Penelitian tersebut dilakukan oleh tim Noah's Ark Scans, organisasi penelitian dan eksplorasi yang berbasis di California. Tim ini melibatkan sejumlah ahli dari bidang arkeologi, geologi, dan ilmu tanah untuk meneliti struktur yang selama puluhan tahun dikaitkan dengan kisah Bahtera Nabi Nuh.


Formasi Durupinar berada di wilayah Turki bagian timur, di sebelah selatan Gunung Ararat. Keberadaan struktur tersebut mulai menarik perhatian sejak bentuknya teridentifikasi pada 1959. Sejak saat itu, lokasi tersebut berkali-kali diteliti dan memunculkan perdebatan mengenai asal-usulnya.


Bagi sebagian pihak, bentuk Formasi Durupinar yang menyerupai kapal menjadi dasar dugaan bahwa lokasi tersebut berkaitan dengan Bahtera Nabi Nuh. Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan ilmiah yang diterima secara luas.


Salah satu penelitian yang kerap menjadi rujukan dalam perdebatan tersebut dilakukan pada 1996. Pakar geologi Lorence Collins bersama penjelajah David Fasold menyimpulkan bahwa Formasi Durupinar merupakan formasi batuan alami dan tidak menunjukkan bukti sebagai sisa kapal.


Penelitian terbaru dilakukan untuk menguji kembali pandangan tersebut dengan menggunakan metode pemindaian dan pengambilan sampel bawah permukaan. Tim peneliti ingin mengetahui struktur internal formasi sekaligus mencari tahu karakter batuan yang berada di bawahnya.


Pendiri Noah's Ark Scans, Andrew Jones, mengatakan data radar awal yang diperoleh tim tidak menunjukkan gambaran sebagai satu massa batuan padat yang homogen. Temuan awal tersebut kemudian menjadi dasar bagi penelitian lanjutan melalui pengeboran dan pengambilan sampel.


Dalam penelitian tersebut, Noah's Ark Scans bekerja sama dengan Bakhtar Research and Engineering LLC. Dr Khosrow Bakhtar memimpin survei radar, sedangkan penyelidikan yang lebih luas melibatkan arkeolog Cenker Atila dari Universitas Sivas Cumhuriyet.


Tim juga menggunakan teknologi untuk melihat kondisi bagian dalam struktur. Mereka membagikan rekaman yang disebut berasal dari bagian bawah Formasi Durupinar menggunakan perangkat drone bawah tanah yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi.


Menurut tim peneliti, hasil pemindaian sebelumnya menunjukkan adanya struktur yang perlu diteliti lebih lanjut. Namun, informasi tersebut masih merupakan temuan awal dari kelompok penelitian dan belum seluruhnya dikonfirmasi melalui pemeriksaan independen.


Karena itu, pengambilan sampel inti menjadi tahapan penting dalam penelitian terbaru ini. Sampel dari kedalaman hampir 18 meter akan dianalisis untuk mengetahui komposisi material serta kondisi geologis yang berada di dalam dan sekitar formasi tersebut.


Hasil pengeboran sejauh ini disebut belum menemukan batuan dasar atau lapisan batu kapur padat pada lubang yang telah dibuat di dalam formasi. Kendati demikian, hasil tersebut belum dapat digunakan sebagai bukti bahwa Formasi Durupinar merupakan peninggalan Bahtera Nabi Nuh.


Analisis laboratorium terhadap sampel masih diperlukan untuk mengetahui karakter material secara lebih rinci. Tim peneliti juga memperkirakan laporan yang lebih lengkap mengenai hasil penelitian akan tersedia setelah proses analisis selesai.


Penelitian ini kembali menghidupkan perdebatan lama mengenai lokasi yang dalam tradisi keagamaan dikaitkan dengan kisah Bahtera Nabi Nuh. Di satu sisi terdapat pihak yang melihat bentuk dan hasil pemindaian awal sebagai alasan untuk melakukan penelitian lebih lanjut, sementara penelitian sebelumnya menyatakan struktur tersebut merupakan bentukan alam.


Dengan demikian, status Formasi Durupinar sebagai sisa Bahtera Nabi Nuh masih belum terbukti secara ilmiah. Penelitian dan analisis sampel terbaru diharapkan dapat memberikan data tambahan untuk menjelaskan bagaimana formasi berbentuk kapal tersebut terbentuk dan apa yang sebenarnya berada di bawah permukaannya.


#GP | DEF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS