Di Usia Senja, Purna Bhakti Lansek Manih Kembali Berkumpul: Taragak Basuo Jadi Simbol Persaudaraan - Go Parlement | Portal Berita

Di Usia Senja, Purna Bhakti Lansek Manih Kembali Berkumpul: Taragak Basuo Jadi Simbol Persaudaraan

Minggu, September 06, 2026




Sijunjung (SUMBAR).GP — Usia boleh terus bertambah, masa pengabdian boleh telah berakhir, tetapi persaudaraan tidak boleh ikut pudar.


Pesan itulah yang terasa kuat dalam kegiatan Taragak Basuo Purna Bhakti Lansek Manih (PBLM) yang digelar di kawasan wisata Bukik Ponggang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.


Para purna bhakti dari berbagai daerah kembali bertemu dalam suasana penuh keakraban. Mereka datang membawa cerita, kenangan dan pengalaman panjang selama menjalani masa pengabdian.


Bagi mereka, Taragak Basuo bukan sekadar agenda berkumpul. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk kembali merajut tali persaudaraan yang mungkin selama ini terpisah oleh jarak dan kesibukan.


Ketua PBLM Ramler dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan mendapat sambutan luar biasa dari para anggota.


"Alhamdulillah, saya sangat berbangga hati kegiatan kita ini bisa terlaksana dengan baik. Kehadiran kita cukup banyak," katanya.


Ia menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan tersebut, termasuk seluruh anggota yang rela menempuh perjalanan jauh demi menghadiri pertemuan.


Menurutnya, kekuatan PBLM terletak pada kebersamaan. Karena itu, kegiatan semacam ini diharapkan tidak berhenti pada satu pertemuan.


"Mudah-mudahan acara kita ini tidak berlanjut sampai di sini saja. Untuk acara berikutnya nanti kita sepakati bersama, bisa di Pasaman, Pesisir, Alahan Panjang, Payakumbuh atau di daerah lainnya," ujarnya.


Usia 80 Tahun Masih Datang Bertemu Sahabat


Ada satu pesan yang mendapat perhatian dalam sambutan Ketua PBLM. Ia mengingatkan bahwa sebagian anggota kini telah memasuki usia lanjut, bahkan ada yang telah berusia 87 hingga 88 tahun.


Namun, usia ternyata bukan alasan untuk berhenti bersilaturahmi.


Justru pada usia seperti itu, pertemuan dengan sahabat lama menjadi sesuatu yang semakin bernilai.


"Kita lihat tadi, ada yang sudah 87, ada yang 88 tahun. Mudah-mudahan bonus yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala ini bisa terus berlanjut. Yang penting kita sehat wal afiat," tuturnya.


Pernyataan tersebut menggambarkan satu hal sederhana namun mendalam: ketika usia semakin senja, yang dicari bukan lagi jabatan, melainkan sahabat, kesehatan dan kesempatan untuk kembali bertemu.


Penasehat  PBLM Hadirkan Suasana Cair


Suasana semakin hidup ketika Penasehat (Sesepuh) PBLM, Asrul Sukur, menyampaikan sepatah kata.


Dengan gaya penyampaian yang santai dan diselingi humor, Asrul membuat suasana pertemuan semakin cair.


Ia juga mengapresiasi panitia dan pihak-pihak yang telah membantu menyediakan tempat serta mempersiapkan kegiatan.


Di hadapan para sahabatnya, Asrul bahkan mengungkapkan bahwa dirinya kini telah berusia sekitar 75 tahun. Namun, ia masih bersyukur diberikan kesehatan sehingga dapat datang dan berkumpul bersama para anggota PBLM.


"Alhamdulillah kami masih bisa membawa istri dan datang ke sini. Umur sudah 75 tahun," ujarnya.


Candaan Asrul sontak menghidupkan suasana. Para peserta tertawa dan menikmati pertemuan tanpa sekat formalitas.


Di tengah suasana itulah terlihat bahwa Taragak Basuo benar-benar menjadi ruang melepas rindu.


Purna Bhakti Bukan Akhir dari Pengabdian


Pertemuan PBLM juga menyampaikan pesan penting bahwa purna bhakti bukan berarti berakhirnya pengabdian kepada masyarakat.


Pengalaman, jaringan persahabatan dan keteladanan yang dimiliki para purna bhakti tetap menjadi modal sosial yang berharga.


Karena itu, silaturahmi antar anggota PBLM diharapkan terus dipelihara dan dikembangkan.


Kegiatan berikutnya pun mulai dibicarakan secara informal. Daerah lain di Sumatera Barat berpeluang menjadi lokasi Taragak Basuo berikutnya.


Yang terpenting, kata Ketua PBLM, adalah kesepakatan dan kesehatan seluruh anggota.


Sebab, di balik perjalanan panjang para purna bhakti tersebut, ada satu hal yang tidak pernah pensiun: persaudaraan.


Dan dari Bukik Ponggang, pesan itu kembali ditegaskan—jabatan boleh ditinggalkan, usia boleh bertambah, tetapi silaturahmi harus tetap dijaga.


Sebelumnya Panitia yang juga anggota PBLM dan Kepala Desa Kampung Baru, Jalnibus, S.Pd.MM. NLP  dalam hantaran katanya, mengucapkan terima kasih atas kehadiran PBLM disini sekaligus menyampaikan informasi terkait sejarah destinasi wisata Bukik Ponggang.


#GP | Herman | JB 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JMSI

Pages

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS